25 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi, PAD Sukabumi Tak Sampai Rp200 Juta

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar. Foto : Metrosukabumi.com

SUKABUMI – Meski tiket masuk objek wisata didiskon hingga 50 persen selama libur Lebaran, pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi tetap tembus ratusan juta rupiah. Hingga 26 Maret 2026, total pemasukan bersih dari enam destinasi wisata milik pemerintah daerah mencapai Rp128,32 juta.

Data Dinas Pariwisata mencatat, sebanyak 25.664 wisatawan mengunjungi objek wisata yang dikelola pemda selama masa libur panjang. Dari jumlah tersebut, retribusi kotor sebenarnya mencapai Rp153,98 juta, namun setelah dipotong alokasi asuransi, angka yang masuk ke kas daerah tersisa Rp128,32 juta.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Ali Iskandar mengatakan, kebijakan diskon tiket menjadi faktor utama yang menekan besaran PAD. Tarif masuk yang semula Rp12.000 per orang diturunkan menjadi Rp6.000 selama periode libur Lebaran, termasuk biaya asuransi pengunjung.

“Retribusi yang terkumpul sebenarnya Rp153 juta lebih. Setelah dialokasikan untuk asuransi, yang masuk ke pemda sekitar Rp128 juta,” ujarnya.

Enam objek wisata yang menjadi penyumbang pendapatan tersebut meliputi kawasan geyser Palabuhanratu, Pondok Halimun, Cinumpang, Curug Cikaso, Curug Sodong, hingga Pantai Minajaya. Seluruhnya merupakan destinasi yang berada di bawah pengelolaan langsung pemerintah daerah.

Ali mengakui, kinerja pariwisata Sukabumi kerap dibandingkan dengan daerah lain seperti Pangandaran yang mampu meraup pendapatan lebih besar. Namun, menurutnya, perbandingan itu tidak sepenuhnya sepadan karena sistem pengelolaan yang berbeda.

Di Pangandaran, retribusi diterapkan berbasis kawasan sehingga seluruh pengunjung yang masuk area wisata dikenai tarif, tanpa melihat kepemilikan lahan. Sementara di Sukabumi, penarikan retribusi masih terbatas pada objek yang menjadi aset pemerintah daerah.

Pemkab Sukabumi kini tengah mengevaluasi strategi pengelolaan pariwisata agar ke depan pendapatan dapat meningkat tanpa harus mengorbankan minat kunjungan wisatawan. Skema diskon tetap dianggap penting untuk menjaga arus kunjungan, terutama saat momentum libur panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *