SUKABUMI – Bulan Ramadan kerap menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja. Perubahan pola tidur, asupan makan yang terbatas, hingga risiko dehidrasi membuat rasa kantuk lebih mudah datang saat jam kerja. Akibatnya, produktivitas bisa menurun, terutama menjelang siang hingga sore hari.
Namun, kondisi tersebut sebenarnya bisa diantisipasi. Berikut beberapa cara sederhana agar tetap fokus dan tidak mengantuk saat bekerja di tengah ibadah puasa.
Pertama, atur pola tidur lebih disiplin. Usahakan tidur lebih awal agar waktu istirahat tetap tercukupi meski harus bangun untuk sahur. Jika memungkinkan, manfaatkan waktu istirahat kantor untuk power nap selama 15–20 menit. Durasi singkat ini cukup membantu memulihkan energi tanpa menimbulkan pusing.
Kedua, jangan asal saat sahur. Pilih menu dengan kandungan protein seperti telur, tahu, tempe, atau ayam, dipadukan dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum. Tambahkan sayur dan buah agar kebutuhan serat terpenuhi. Hindari makanan terlalu manis karena bisa membuat tubuh cepat lemas dan mengantuk.
Ketiga, penuhi kebutuhan cairan dengan pola 2–4–2. Dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur. Dehidrasi ringan sering menjadi penyebab utama rasa lelah dan sulit konsentrasi.
Keempat, jangan terlalu lama duduk diam. Saat kantuk mulai menyerang, berdirilah sejenak. Lakukan peregangan ringan atau berjalan singkat di sekitar ruangan. Aktivitas sederhana ini membantu melancarkan peredaran darah sehingga tubuh kembali segar.
Kelima, atur ritme pekerjaan. Manfaatkan pagi hari untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Menjelang sore, kerjakan tugas administratif yang lebih ringan.
Selain itu, batasi paparan layar gadget terlalu lama. Terapkan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit alihkan pandangan ke objek berjarak sekitar 20 kaki selama 20 detik. Cara ini membantu mengurangi kelelahan mata.
Terakhir, lakukan olahraga ringan setelah berbuka, seperti jalan santai selama 15–20 menit. Aktivitas ini membantu menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan kualitas tidur di malam hari.
Dengan pengaturan pola makan, istirahat, dan manajemen kerja yang tepat, puasa bukan alasan untuk menurunkan performa. Justru sebaliknya, Ramadan bisa menjadi momentum melatih disiplin sekaligus menjaga produktivitas tetap optimal.












