BUKA TANDEMBAPER, SEKDA AJAK ORANGTUA ARAHKAN ANAK KE KEGIATAN POSITIF

SUKABUMI – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, mengajak para orangtua lebih bijak dalam mendampingi anak di era digital. Salah satunya dengan tidak membiasakan memberikan gawai sejak dini karena berpotensi menimbulkan kecanduan.
Imbauan itu disampaikan Sekda saat membuka kegiatan Tinggalkan Android Dalam Empat Jam Bareng Perpustakaan (Tandem Baper) di Gedung Perpustakaan, Kompleks Gelanggang Pemuda Cisaat, Senin (5/1).
“Alasan biar anak tenang sering membuat orangtua memberikan gawai. Padahal, penggunaan gawai berlebihan bisa menyebabkan kecanduan, bahkan berdampak pada kesehatan mata anak,” ujar Ade.
Menurutnya, anak-anak seharusnya diarahkan pada kegiatan positif sesuai minat dan bakat. Dengan begitu, ketergantungan terhadap gawai bisa ditekan.
“Kalau anak suka animasi, arahkan belajar animasi. Jadi bukan sekadar bermain gawai tanpa arah,” katanya.
Ade menyambut baik kegiatan Tandem Baper yang digagas Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi. Program tersebut dinilai efektif sebagai sarana edukatif sekaligus alternatif kegiatan anak selama libur sekolah.
“Di sini anak-anak belajar berbagai hal yang mereka sukai. Ini bisa mengendalikan keinginan mereka untuk terus bermain gawai,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan peran penting orangtua dalam mendidik anak sebagai generasi penerus bangsa. Pendidikan sejak dini, menurutnya, menjadi kunci mencetak generasi yang tangguh dan berkualitas.
“Putra-putri kita adalah penerus bangsa. Maka pendidikan dari orangtua harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sukabumi, Hj. Aisyah, menjelaskan bahwa peserta Tandem Baper akan dibagi ke dalam sejumlah kelas sesuai minat masing-masing.
“Anak-anak bisa memilih kelas yang disukai, seperti Bahasa Inggris, matematika, animasi, dan lainnya,” jelasnya.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut dirancang sebagai upaya mengurangi kecanduan gawai sekaligus mengisi waktu libur sekolah dengan aktivitas edukatif.
“Dua hari belajar di dalam kelas, satu hari belajar di luar kelas dengan konsep bermain sambil belajar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *