Beternak Ayam Petelur Lebih Etis,  Buku Panduan Ternak Cage-Free Resmi Diluncurkan

Kondisi kandang bebas sangkar yang memungkinkan ayam petelur bergerak bebas, mengekspresikan perilaku alaminya, serta mendapatkan standar kesejahteraan hewan yang lebih baik. Foto: Istimewa

JAKARTA — Perubahan preferensi konsumen terhadap produk pangan yang lebih aman dan beretika kini mendorong transformasi industri perunggasan di Indonesia.

Hal ini tercermin dari hasil survei yang dilakukan Lever Foundation bersama GMO Research pada Juli 2025. Hasilnya, 72 persen konsumen berpendapat bahwa hotel, restoran, supermarket, dan perusahaan makanan seharusnya hanya menggunakan telur cage-free dalam rantai pasok mereka.

Selain itu, sebanyak 55 persen responden menyatakan lebih cenderung memilih merek makanan yang menggunakan 100 persen telur bebas sangkar.

Menjawab tren tersebut, buku “Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Skala Komersial di Indonesia” diterbitkan sebagai panduan praktis bagi pelaku industri.

Buku karya Sandi Dwiyanto dan Mutzu Huang dari Lever Foundation ini tidak hanya memuat teori, tetapi juga praktik lapangan, analisis ekonomi, serta studi kasus peternakan di Tiongkok dan analisis bisnis di Indonesia.

Sandi Dwiyanto menjelaskan bahwa meningkatnya kesadaran konsumen menjadi faktor utama perubahan dalam industri pangan.

“Melalui buku ini, kami ingin memberikan panduan yang mencakup konsep teknis, pengalaman lapangan, serta analisis ekonomi agar dapat diterapkan secara nyata,” ujarnya.

Achmad Dawami menilai tren ini akan terus berkembang dan membentuk standar baru dalam industri perunggasan.

Ia menambahkan bahwa perubahan tersebut tidak hanya dipicu oleh regulasi, tetapi juga oleh ekspektasi pasar yang semakin tinggi terhadap standar produksi.

“Saya berharap buku ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat dalam memahami tren dan peluang tersebut,” ungkapnya.

Buku ini diterbitkan oleh Pertanian Press dan tersedia secara gratis secara daring di link berikut ini (epublikasi.pertanian.go.id). Diharapkan buku dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan, terutama peternak dan pelaku industri.

Dengan meningkatnya tekanan dari konsumen dan pasar global, sistem cage-free diperkirakan akan menjadi standar baru dalam industri telur di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *