Camat Cibadak: Sudah 14 Rumah Direhab Lewat Dana Infak dan Donatur

SUKABUMI – Camat Cibadak, Mulyadi, mengungkapkan bahwa hingga awal Maret 2026, sudah 14 rumah warga yang direhabilitasi melalui dana infak pegawai kecamatan dan dukungan para donatur.

“Di Sukasirna ini yang ke-14. Sebelumnya sudah ada 13 rumah yang dibantu direhab,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, bantuan tersebut bersumber dari Swadaya masyarakat, Forkompimcam, infak pengajian pegawai Kecamatan Cibadak, Pemerintah Desa, Kelurahan, serta kontribusi perusahaan dan lembaga di wilayah kecamatan maupun sekitarnya di Kabupaten Sukabumi.

Bantuan yang diberikan berupa material bahan bangunan. Sedangkan proses pengerjaannya dilakukan secara gotong royong bersama warga dan unsur terkait di lingkungan setempat.

Rumah ke-14 yang mendapat bantuan itu adalah milik Deden, warga Kampung Babakan Baru RT 03 RW 16, Desa Sukasirna. Rumah tersebut ambruk di bagian dapur akibat hujan deras disertai angin yang mengguyur wilayah Kecamatan Cibadak, Selasa malam (3/3/2026) sekitar pukul 23.20 WIB.

Baca juga : Bupati Turun Gunung! 101 Rumah di Cijambe Masuk Zona Darurat, Relokasi Jadi Opsi Tak Terelakkan

Saat kejadian, rumah yang dihuni satu kepala keluarga dengan enam jiwa itu mengalami kerusakan berat setelah atap dapur roboh. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa karena penghuni berhasil menyelamatkan diri.

Petugas P2BK Cibadak dari BPBD Kabupaten Sukabumi yang menerima laporan dari pemerintah desa langsung turun melakukan asesmen.

Dari hasil peninjauan, ambruknya atap diduga akibat kayu penyangga yang sudah lapuk dan tidak mampu menahan beban air hujan yang turun cukup lama. Kondisi rumah saat ini tidak dapat dihuni dan keluarga korban sementara mengungsi ke rumah kerabat terdekat.

Petugas juga merekomendasikan agar sisa bangunan yang masih berdiri dibongkar karena dinilai membahayakan. Selain itu, pemerintah desa diminta membantu pengajuan proposal bantuan ke Dinas Sosial, Baznas, serta Dinas Perumahan dan Permukiman.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi rumah dengan konstruksi kayu tua atau kondisi bangunan yang sudah rapuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *