SUKABUMI – Hari pertama lebaran warga Kampung Lebaksiuh, Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi digegerkan oleh penemuan sesosok mayat tanpa busana di dalam kamar rumah, Sabtu (21/3/2026).
Mayat pria tanpa busana tersebut diketahui M. Agung Cahyono (46), seorang buruh harian lepas yang selama ini tinggal seorang diri setelah berpisah dengan keluarganya.
Penemuan jenazah bermula dari keponakan korban yang akan bersilaturahmi, korban diketahui sedang dalam kondisi sakit beberapa waktu kebelakang.
“Saat dipanggil berulang kali, tidak ada jawaban dari dalam rumah. Rasa curiga pun muncul,” ungkap Bintang keponakan korban.

Karena merasa curiga kemudian mencoba melihat ke dalam melalui jendela yang terbuka. Betapa terkejutnya mereka saat mendapati korban sudah dalam posisi telungkup, dengan kondisi tubuh yang telah membengkak dan diduga kuat telah meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya.
“Pas pertama kali terlihat kondisi korban tanpa busana serta tertelungkup diatas tempat tidur,” tuturnya.
Sementara itu menurut Kepala Desa Sukakersa, H. Deden Deni Wahyudin, SE, mengungkapkan bahwa sebelumnya korban sempat mendapatkan penanganan medis. Pada 11 Maret 2026, almarhum sempat dibawa ke RS Sekarwangi menggunakan ambulans dengan pendampingan perangkat desa.
“Namun dua hari kemudian, korban memilih meninggalkan rumah sakit tanpa sepengetahuan pihak medis.
Baca Juga : Kebakaran Hutan di Cireunghas Hanguskan 2.000 Meter Persegi, BPBD Pastikan Tak Ada Korban
Riwayat kesehatan korban juga menjadi perhatian. Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, almarhum mengalami gangguan pada organ jantung dan hati,” terangnya.
Lanjut Deden pada beberapa hari sebelum ditemukan meninggal dunia, tepatnya pada 18 Maret 2026 malam, korban sempat menghubungi warga untuk meminta bantuan oksigen karena mengalami sesak napas.
“Sayangnya, upaya pencarian oksigen ke sejumlah fasilitas kesehatan setempat tidak membuahkan hasil. Keesokan harinya, seorang warga kembali menjenguk korban dan mendapati kondisinya semakin memburuk, dengan keluhan sakit serta tubuh yang mulai membengkak,” pungkasnya.
Peristiwa ini langsung ditangani oleh aparat gabungan yang terdiri dari Kapolsek Parakansalak beserta anggota, Koramil, petugas Puskesmas, BPBD, Tagana, serta pemerintah desa setempat.










