Hujan Deras Terjang Cicurug, Dinding Rumah Jebol dan TPT Longsor, Warga Mengungsi

SUKABUMI – Hujan deras dengan intensitas tinggi kembali memicu bencana di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Selasa (30/12/2025), dua peristiwa serius terjadi hampir bersamaan. Dinding rumah warga jebol dan tembok penahan tanah (TPT) longsor hingga menggerus bangunan rumah. Akibatnya, sejumlah warga terpaksa mengungsi demi keselamatan.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 15.00 WIB di Kampung Sasak Dua RT 003/003, Desa Caringin. Hujan yang mengguyur cukup lama menyebabkan dinding rumah milik Eneng (50) jebol. Rumah tersebut dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kejadian itu membuat penghuni rumah diliputi kecemasan. Terlebih, hujan masih terus turun dengan intensitas tinggi.

“Air hujan deras terus-menerus, tiba-tiba tembok rumah jebol. Alhamdulillah tidak ada korban, tapi kami khawatir kalau hujan susulan terjadi,” ujar Eneng.

Tak berselang lama, bencana kembali terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Kampung Bangkongreang RT 003/004, Desa Benda, Kecamatan Cicurug. Hujan deras memicu longsornya TPT dengan panjang sekitar 10 meter dan tinggi diperkirakan 20 meter.

Material longsoran menghantam bagian belakang rumah milik Ustadz Asep (55). Kamar mandi, dapur, serta satu kamar rusak parah. Rumah yang dihuni tiga kepala keluarga dengan total delapan jiwa itu sementara tidak bisa ditempati.

“Longsorannya cukup besar dan langsung mengenai belakang rumah. Demi keselamatan keluarga, kami mengungsi sementara ke rumah saudara,” kata Ustadz Asep.

P2BK Kecamatan Cicurug, Dodi Firmansyah, memastikan tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut. Namun, kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

“Kami mengimbau warga, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor dan tebing, untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika muncul tanda-tanda pergerakan tanah, segera laporkan kepada aparat setempat,” tegasnya.

Hingga saat ini, aparat desa bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan di lokasi kejadian guna mengantisipasi potensi bencana susulan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *