SUKABUMI – Jumlah warga yang harus meninggalkan rumah akibat bencana pergerakan tanah di Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi terus bertambah. Retakan tanah yang semakin melebar membuat sebagian warga memilih mengungsi demi keselamatan.
Data terbaru hingga Jumat (6/3) pukul 17.00 WIB mencatat 134 kepala keluarga atau 475 jiwa terdampak bencana yang melanda Desa Bantargadung dan Desa Bojonggaling sejak Rabu (4/3). Dari jumlah tersebut, 120 kepala keluarga atau 407 jiwa kini mengungsi di sejumlah lokasi aman.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan saat awal kejadian, ketika sekitar 269 warga tercatat mengungsi setelah retakan tanah mulai merusak sejumlah rumah dan mengancam permukiman.
Sebagian besar pengungsi kini berada di posko pengungsian yang dipusatkan di lapangan samping Puskesmas Bantargadung, sementara lainnya memilih mengungsi secara mandiri di rumah kerabat.
Baca juga : Bupati Sukabumi Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Bantargadung, Berlaku 7 Hari
Pergerakan tanah dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir sehingga kondisi tanah menjadi labil.
Selain memaksa warga mengungsi, bencana ini juga menimbulkan kerusakan cukup besar pada permukiman. Data sementara mencatat 70 unit rumah rusak berat, 26 unit rusak sedang, dan 18 unit rusak ringan, sementara 9 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam jika pergerakan tanah kembali terjadi.
Kerusakan paling banyak terjadi di Desa Bantargadung dengan 61 rumah rusak berat, 19 rusak sedang, dan 10 rusak ringan. Sedangkan di Desa Bojonggaling tercatat 9 rumah rusak berat, 7 rusak sedang, dan 8 rusak ringan.
Bencana ini juga berdampak pada akses jalan lingkungan serta satu fasilitas pendidikan yakni Pondok Pesantren Haryadul Fallah yang turut terdampak.
Saat ini tim gabungan dari BPBD Kabupaten Sukabumi bersama aparat pemerintah daerah, relawan, serta unsur terkait masih melakukan pendataan dan asesmen di lokasi bencana. Data dampak bencana masih bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan situasi di lapangan.













Respon (1)