Kebakaran Hutan di Cireunghas Hanguskan 2.000 Meter Persegi, BPBD Pastikan Tak Ada Korban

SUKABUMI – Kebakaran hutan terjadi di Kampung Lio, Desa Cireunghas, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Rabu (18/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Api melalap area hutan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga bersama petugas menggunakan peralatan seadanya.

Informasi yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Sukabumi menyebutkan, kebakaran pertama kali diketahui setelah warga melihat kepulan asap di kawasan Jalan Lio Tegalpanjang. Warga kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas.

“Api berhasil dicegah agar tidak meluas dan berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini,” demikian laporan harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi yang diterima Rabu malam.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun kondisi cuaca panas pada siang hari diduga menjadi salah satu faktor yang mempercepat penyebaran api di area vegetasi kering.

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Meski demikian, pada saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan suhu udara sekitar 28 derajat Celsius, kelembapan 63 persen, serta angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan rendah.

Selain menangani kejadian kebakaran, Pusdalops BPBD juga terus melakukan pemantauan wilayah rawan bencana melalui berbagai kanal, mulai dari grup komunikasi petugas di lapangan, media sosial, hingga sistem pemantauan berbasis aplikasi kebencanaan nasional seperti InaRisk dan InaWare.

BPBD juga menyiagakan personel piket di sejumlah posko, termasuk di Mako BPBD Cikembar, Cibadak, dan Pos Palabuhanratu, untuk memastikan respons cepat apabila terjadi bencana susulan atau kejadian darurat lainnya menjelang periode libur Idulfitri 2026.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan maupun bencana hidrometeorologi, terutama saat terjadi perubahan cuaca ekstrem yang dapat memicu kejadian serupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *