Korsleting Diduga Jadi Pemicu, Lima Rumah di Warnasari Ludes Dilalap Api

Rapatnya jarak antarbangunan membuat si jago merah cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Petugas pemadam kebakaran yang sedang memadamkan api. Foto: Istimewa.

SUKABUMI – Siang bolong di Kampung Selaawi, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi, mendadak berubah mencekam. Api tiba-tiba membumbung dari salah satu rumah warga, Jumat (27/3) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dalam hitungan menit, kobaran api merembet ke bangunan lain yang berdempetan hingga melalap lima rumah permanen.

Warga yang panik berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum petugas datang. Namun, rapatnya jarak antarbangunan membuat si jago merah cepat menjalar dan sulit dikendalikan.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukabumi, Enggen Harmaen, menyebutkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah warga.

“Api cepat membesar karena rumah berada di kawasan padat. Dugaan sementara berasal dari korsleting arus listrik,” ujarnya.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran dari Kota dan Kabupaten Sukabumi dikerahkan ke lokasi. Petugas berjibaku bersama warga memadamkan api selama hampir dua jam hingga akhirnya kobaran berhasil dijinakkan sekitar pukul 14.00 WIB.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sebanyak 21 jiwa dari sejumlah kepala keluarga harus kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi ke rumah kerabat serta ketua RT setempat.

Rumah milik pSadria (73), Nurhayati (48), Sahrul, Mimin Mintarsih (67), hingga keluarga Wawan Kurniawan termasuk yang mengalami kerusakan berat. Sebagian besar korban adalah lansia, perempuan, dan anak-anak, termasuk balita berusia dua dan tiga tahun.

Kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp500 juta. Selain bangunan, harta benda milik warga tidak sempat diselamatkan karena api terlanjur membesar.

Usai kejadian, P2BK bersama perangkat desa, TNI-Polri, Satpol PP, Tagana, dan relawan langsung melakukan pendataan serta koordinasi penanganan darurat. Warga sekitar juga diimbau lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dari instalasi listrik di permukiman padat.

Saat ini, para korban sangat membutuhkan bantuan sandang, pangan, serta material bangunan untuk memulai kembali kehidupan mereka yang hangus bersama rumah yang terbakar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *