SUKABUMI – Perselisihan pengelolaan lahan parkir di sebuah minimarket di Jalan R.E. Martadinata, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi berubah menjadi tragedi berdarah. Sekelompok pria bersenjata tajam menyerang juru parkir dan warga di lokasi hingga menyebabkan lima orang mengalami luka bacok serius.
Peristiwa mencekam tersebut terjadi Senin sore (9/3/2026). Saat kejadian, para korban sedang berada di area parkir minimarket ketika sekelompok orang tiba-tiba datang menggunakan sepeda motor.
Tanpa banyak bicara, para pelaku langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis celurit dan samurai. Serangan mendadak itu membuat suasana di sekitar lokasi seketika panik. Warga yang berada di sekitar tempat kejadian berhamburan menyelamatkan diri.
Salah seorang saksi sekaligus juru parkir di lokasi, Ferdiansyah alias Boim (40), mengatakan konflik tersebut diduga dipicu persoalan pengelolaan lahan parkir yang sebelumnya sempat dimediasi.
Menurut dia, kedua kelompok sebenarnya telah sempat mencapai kesepakatan untuk mengelola parkir secara bersama. Namun situasi mendadak berubah ketika para pelaku datang dan langsung melakukan penyerangan.
“Kami sebelumnya sudah sepakat mengelola parkir bersama. Tapi mereka datang tiba-tiba dan langsung menyerang,” ujarnya.
Baca juga : Ayah Nizam Mangkir dari Pemeriksaan Polisi, Kuasa Hukum TR Ungkap Dugaan Kekerasan oleh Ayah
Akibat kejadian tersebut, lima orang menjadi korban pembacokan. Mereka masing-masing berinisial FF, HF, AH, OG, dan KK.
Para korban mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh. Bahkan salah satu korban dilaporkan mengalami luka cukup parah di bagian kepala dan harus menjalani penanganan medis dengan sejumlah jahitan.
Seluruh korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa kekerasan tersebut. Aparat saat ini tengah melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku yang diduga melarikan diri setelah melakukan penyerangan.
Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian untuk mengungkap kronologi serta motif pasti di balik insiden berdarah tersebut.










