SUKABUMI – Aktivitas sebuah pabrik roti/kue di wilayah RW 11, Desa Karangtengah, menuai keluhan warga. Limbah produksi diduga dibuang langsung ke selokan hingga meluber ke jalan dan mengalir ke kebun milik warga. Kondisi tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan.
Keluhan warga disampaikan secara resmi oleh Ketua RT 01 RW 11 A, Erwan S, melalui surat pengaduan kepada kepala dusun setempat. Warga meminta pemerintah desa turun tangan memfasilitasi penyelesaian dengan melibatkan pihak terkait.
“Limbah dialirkan ke selokan hingga meluber ke jalan dan menimbulkan bau tidak sedap. Di bagian belakang pabrik, limbah juga mengalir ke kebun warga,” ujar Erwan, Senin (30/3).

Pabrik roti yang dipersoalkan diketahui berada di pinggir jalan, tepatnya di seberang kantor PLN setempat. Letaknya yang berada di tengah kawasan permukiman membuat dampak limbah cepat dirasakan warga sekitar.
Selain bau menyengat, warga juga khawatir limbah tersebut berdampak terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan dalam jangka panjang. Karena itu, mereka meminta persoalan tersebut segera ditangani agar tidak berlarut-larut.
Surat pengaduan itu juga ditembuskan kepada Ketua RW 11, Kepala Desa Karangtengah, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas sebagai bentuk permintaan pendampingan dan pengawasan.
Baca Juga : 25 Ribu Wisatawan Serbu Destinasi, PAD Sukabumi Tak Sampai Rp200 Juta
Kepala Desa Karangtengah, Agung Pratama, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dari warga. Pemerintah desa, kata dia, akan segera memanggil pengelola pabrik untuk melakukan klarifikasi.
“Rencananya besok kami panggil pihak pengelola untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi. Kami akan memastikan apakah benar sumber limbah berasal dari pabrik roti dan apakah mereka sudah memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL),” kata Agung.
Jika terbukti terjadi pelanggaran, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku. Warga berharap langkah cepat tersebut bisa mengakhiri polemik dan mengembalikan kenyamanan lingkungan mereka.












