Mahindra Kantongi Pesanan 35 Ribu Pikap untuk Kopdes Merah Putih, Terbesar Sepanjang Sejarah Ekspor

JAKARTA – Produsen otomotif asal India, Mahindra & Mahindra Ltd, mencatat sejarah baru. Sebanyak 35.000 unit pikap Scorpio dipesan untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pesanan tersebut disebut sebagai ekspor terbesar perseroan sepanjang sejarah.

Order jumbo itu datang dari PT Agrinas Pangan Nusantara, mitra dalam proyek penguatan koperasi desa. Nilainya bahkan melampaui total volume ekspor Mahindra pada tahun fiskal 2025.

CEO Divisi Otomotif Mahindra & Mahindra Ltd, Nalinikanth Gollagunta, menyatakan pihaknya menyambut positif kerja sama tersebut. “Kami menantikan kerja sama ini dan mendukung koperasi Indonesia melalui kemitraan kami dengan Agrinas Pangan Nusantara,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (19/2).

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat distribusi hasil pertanian dari petani langsung ke pasar. Dengan armada kendaraan niaga yang dirancang tangguh, rantai pasok diharapkan lebih pendek dan efisien. Distribusi antardesa pun diproyeksikan semakin lancar.

Unit yang dipesan merupakan Mahindra Scorpio Pick Up Double Cabin produksi fasilitas Nashik, India. Kendaraan ini dibekali mesin turbo diesel 2,2 liter mHawk dan transmisi manual enam percepatan. Di kelasnya, pikap tersebut dikenal memiliki daya angkut dan kemampuan tarik kompetitif, menyasar sektor produktif seperti pertanian, konstruksi, hingga logistik pedesaan.

Melalui pengoperasian armada ini, koperasi akan menjalankan fungsi agregasi awal—mengangkut hasil panen dari lahan ke koperasi, lalu mendistribusikannya ke pasar atau antarwilayah. “Dengan mengerahkan Scorpio Pick Up sebagai bagian dari koperasi, kami memperkuat tulang punggung logistik yang andal yang menghubungkan petani ke pasar secara lebih efisien,” tegas Nalinikanth.

Langkah agresif ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memprioritaskan penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Dalam Peraturan Menteri Keuangan No. 7/2026, pemerintah mewajibkan 58 persen atau setara Rp34,57 triliun dari pagu Dana Desa 2026 dialokasikan untuk implementasi Kopdes Merah Putih.

Dengan total Dana Desa 2026 sebesar Rp60,57 triliun, sisa pagu reguler untuk program pembangunan desa lainnya menyusut menjadi sekitar Rp25 triliun. Artinya, koperasi kini menjadi motor utama perputaran ekonomi desa.

Masuknya 35 ribu unit pikap Mahindra menjadi penanda skala besar proyek ini. Bukan sekadar pengadaan kendaraan, tetapi juga penguatan infrastruktur logistik pedesaan agar desa tak lagi hanya menjadi produsen, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih mandiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *