Perang Meletup, Minyak Dunia Melejit

AS–Israel Gempur Iran, Pasar Energi Global Bergejolak

Ilustrasi perang Foto : Sumber Ai

JAKARTA – Dentuman di Timur Tengah kembali mengguncang ekonomi dunia. Serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran langsung memantik reaksi keras pasar global. Harga minyak dunia melonjak hanya dalam hitungan jam.

Pelaku pasar tak menunggu lama. Risiko gangguan pasokan dinilai nyata, apalagi jika konflik merembet ke jalur vital energi dunia seperti Selat Hormuz.

“Pasar energi selalu jadi yang pertama bereaksi. Ketika Timur Tengah memanas, harga minyak hampir pasti naik,” ujar pengamat politik dan militer Universitas Nasional Selamat Ginting.

Kenaikan harga minyak mentah jenis Brent dan WTI mempertegas kekhawatiran tersebut. Investor menghitung potensi gangguan distribusi, sementara negara-negara produsen menimbang ulang strategi produksi.

Jika eskalasi berlanjut, dampaknya tak hanya terasa di bursa komoditas. Inflasi global berpotensi terdorong naik. Negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia, harus bersiap menghadapi tekanan subsidi energi dan harga BBM.

Konflik ini belum menunjukkan tanda mereda. Selama ketidakpastian masih tinggi, volatilitas harga energi diprediksi akan terus membayangi pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *