SUKABUMI – Aktivitas padat selama Ramadan menuntut kondisi fisik tetap prima. Terlebih bagi pekerja lapangan, jurnalis, petani, hingga pegawai yang harus mobile sejak pagi. Salah memilih menu sahur bisa berujung lemas bahkan sulit konsentrasi di siang hari.
Kunci sahur bukan sekadar kenyang, melainkan kombinasi gizi seimbang yang mampu menjaga energi stabil lebih lama.
Ahli gizi masyarakat, Reyza Amalia S. Gz menjelaskan bahwa karbohidrat kompleks sangat penting saat sahur karena energi dilepaskan secara bertahap.
“Pilih sumber karbohidrat seperti nasi, nasi merah, kentang, atau oatmeal. Hindari gula berlebihan karena justru membuat cepat lapar,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (24/2/2026).
Selain karbohidrat, protein juga berperan besar dalam menjaga daya tahan tubuh selama puasa.
“Protein dari telur, ayam, ikan, tempe, atau tahu membantu mempertahankan massa otot dan membuat rasa kenyang lebih lama. Jangan sampai sahur hanya didominasi karbohidrat saja,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya asupan serat dari sayur dan buah untuk membantu pencernaan tetap lancar selama puasa.
Menu sederhana seperti nasi, telur dadar, dan tumis sayur dinilai sudah cukup memenuhi kebutuhan dasar energi. Alternatif praktis lainnya adalah oatmeal dipadukan telur rebus dan buah seperti pisang atau kurma.
Bagi yang bangun mepet imsak, roti gandum dengan selai kacang dan segelas susu bisa menjadi pilihan cepat namun tetap bergizi.
Ia menekankan pentingnya pola minum saat sahur.
“Usahakan minum dua hingga tiga gelas air putih saat sahur. Hindari makanan terlalu asin atau gorengan berlebihan karena bisa memicu rasa haus sepanjang hari,” jelasnya.
Ia juga menyarankan agar tidak langsung tidur setelah makan sahur. “Beri jeda waktu sekitar 30 menit agar proses pencernaan berjalan baik,” tambahnya.
Dengan menu yang tepat dan pola sahur yang bijak, puasa bukan halangan untuk tetap produktif. Energi terjaga, pekerjaan pun tetap lancar hingga waktu berbuka tiba.












