Sekda Dorong MTA Jadi Mesin Pembenahan ASN Sukabumi

Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman saat memberikan sambutan. Foto : Istimewa

SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi mulai menggenjot pembinaan karakter aparatur secara sistematis. Puluhan ustaz dan ustazah dari berbagai instansi dikumpulkan dalam kegiatan Pembekalan Pemateri Majelis Ta’lim Aparatur (MTA) Kabupaten Sukabumi 2025–2030 di Aula PKK Pendopo Sukabumi, Jumat (27/3).

Pembekalan ini bukan sekadar agenda keagamaan rutin. Pemkab menyiapkan MTA sebagai instrumen strategis untuk memperbaiki mentalitas, kedisiplinan, hingga kinerja lebih dari 20 ribu ASN di lingkungan pemerintah daerah.

Ketua pelaksana, KH Emboh Misbah, menegaskan bahwa pembentukan dan pembekalan pengurus MTA merupakan langkah awal untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi sebagai Qoryah Mubarokah. Ia menyebut panitia telah menyiapkan kurikulum dan modul pembelajaran agar para pemateri memiliki standar materi yang seragam.

“Kami targetkan dalam dua minggu ke depan para pemateri sudah siap turun ke perangkat daerah masing-masing. Program ini harus langsung berjalan, tidak boleh hanya berhenti di pembekalan,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menilai MTA memiliki peran vital dalam membentuk karakter aparatur.Ia mengingatkan bahwa ASN tidak hanya dituntut profesional dalam bekerja, tetapi juga harus memiliki integritas dan akhlak yang baik.

“MTA ini bukan kegiatan seremonial. Ini wadah pembinaan yang harus mampu mengubah perilaku dan budaya kerja ASN. Para pemateri harus menjadi contoh, bukan sekadar penceramah,” tegasnya.

Ade juga mengapresiasi keterlibatan ustazah dalam kepengurusan MTA. Menurutnya, kehadiran perempuan dalam struktur pembinaan aparatur memperkuat pendekatan moral dan sosial di lingkungan kerja.

Untuk memastikan program berjalan efektif, Pemkab Sukabumi akan mulai menerapkan sistem monitoring dan evaluasi pada April mendatang. Setiap perangkat daerah akan dipantau tingkat keaktifannya dalam menyelenggarakan majelis taklim.

“Kalau ingin perubahan nyata, harus ada pengawasan. Kita ingin MTA ini benar-benar hidup di setiap perangkat daerah, bukan hanya di atas kertas,” tambah Ade.

Melalui pembekalan ini, pemerintah berharap seluruh pemateri memiliki visi yang sama sebagai penggerak pembenahan moral, peningkatan disiplin, serta penguatan etos kerja aparatur. Pemkab optimistis, jika dijalankan konsisten, MTA bisa menjadi salah satu motor perbaikan kualitas birokrasi di Kabupaten Sukabumi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *