Stok Darah Menipis Saat Ramadan, PMI Kabupaten Sukabumi: TC Semua Golongan Kosong!

SUKABUMI – Alarm darurat stok darah berbunyi di Kabupaten Sukabumi. Selama bulan Ramadan, ketersediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia Kabupaten Sukabumi mengalami penurunan signifikan. Ironisnya, kebutuhan transfusi di rumah sakit tak pernah ikut berpuasa.

Kepala UTD PMI Kabupaten Sukabumi, dr. M. Ricky Julian Adhetia, mengungkapkan kondisi stok saat ini relatif terbatas. Yang paling mengkhawatirkan, golongan darah A menjadi yang paling sedikit tersedia.

“Bahkan untuk kategori TC (Thrombocyte Concentrate), semua golongan darah kosong. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami,” tegas dr. Ricky, Selasa (3/3).

TC merupakan komponen trombosit yang sangat dibutuhkan pasien demam berdarah, penderita kanker, hingga pasien dengan gangguan pembekuan darah. Ketika stok kosong, rumah sakit terpaksa menunggu donor pengganti. Situasi ini jelas berisiko bagi pasien yang membutuhkan penanganan cepat.

Baca Juga : Viral Dugaan Perpeloncoan PMI di Jepang, Korban Dibotaki dan Dipaksa Makan Natto

Menurut dr. Ricky, pola ini hampir selalu terjadi setiap Ramadan. Partisipasi donor cenderung menurun karena masyarakat khawatir lemas saat berpuasa. Padahal, kebutuhan darah tetap tinggi setiap hari—mulai dari pasien operasi, ibu melahirkan, penderita thalasemia, hingga korban kecelakaan lalu lintas.

“Donor darah saat puasa sebenarnya aman, asalkan kondisi tubuh sehat dan memenuhi syarat. Tapi yang lebih ideal memang setelah berbuka atau malam hari,” jelasnya.

Secara medis, donor di pagi hari tetap diperbolehkan jika pendonor benar-benar fit. Namun risiko lemas dan dehidrasi lebih kecil jika donor dilakukan setelah tubuh mendapatkan asupan cairan dan nutrisi.

PMI pun memberikan sejumlah tips bagi calon pendonor. Saat sahur dan berbuka, konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang kaya zat besi seperti daging, hati, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Perbanyak minum air putih dari waktu berbuka hingga sahur. Istirahat cukup juga menjadi kunci agar kondisi tetap prima.

“Setelah donor, istirahatlah sejenak dan hindari aktivitas berat. Jangan memaksakan diri,” tambahnya.

Untuk mendongkrak partisipasi, PMI Kabupaten Sukabumi menyiapkan stimulus tambahan. Selain pahala berbagi di bulan penuh berkah, pendonor juga akan mendapatkan bingkisan ekstra berupa beras dan minyak goreng.

“Kami siapkan paket beras dan minyak goreng bagi pendonor selama Ramadan. Ini bentuk apresiasi kami,” ujar dr. Ricky.

Ia pun mengajak masyarakat tak ragu untuk datang ke UTD PMI atau mengikuti kegiatan donor darah keliling.

“Ramadan adalah momentum berbagi. Setetes darah yang kita donorkan bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” tandasnya.

PMI berharap kesadaran kolektif masyarakat meningkat dalam beberapa pekan ke depan. Sebab jika tren penurunan terus berlanjut, pelayanan pasien yang membutuhkan transfusi darah bisa terdampak serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *