Niat Menyelamatkan Berujung Duka, Tiga Orang Tewas Tenggelam di Ujunggenteng

Bocah terseret arus, ayah dan warga yang menolong ikut tenggelam. Seluruh korban ditemukan pada hari kedua pencarian

Korban tenggelam di pantai ujung genteng sukabumi. Foto : Istimewa

SUKABUMI – Tragedi tenggelamnya tiga warga di pesisir Tenda Biru, Desa Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, akhirnya berakhir. Tim SAR gabungan menemukan korban terakhir pada Selasa pagi (24/3), sehingga seluruh korban dalam insiden kecelakaan laut tersebut dipastikan meninggal dunia.

Korban terakhir bernama Acep (26) ditemukan sekitar pukul 07.00 WIB mengambang di perairan, sekitar 400 meter dari titik awal kejadian. Setelah proses evakuasi, operasi pencarian yang berlangsung sejak sehari sebelumnya resmi dihentikan.

“Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi mengapung di permukaan laut,” ujar anggota Pos PAM Ujunggenteng, Serda Bambang Heriyanto, dalam keterangan tertulis.

Baca Juga : Tiga Wisatawan Tenggelam di Pantai Ujunggenteng, Satu Tewas, Dua Masih Dicari

Peristiwa memilukan ini bermula pada Senin siang (23/3) sekitar pukul 12.00 WIB. Saat itu, seorang bocah berusia delapan tahun, Aden, berenang bersama teman-temannya di Pantai Alor Cilangkob, kawasan Tenda Biru.

Sekitar satu jam kemudian, bocah tersebut terseret arus kuat dan mulai tenggelam. Melihat anaknya dalam bahaya, sang ayah, Ujang Abduloh (30), langsung terjun ke laut untuk menyelamatkan.

Aden berhasil dibawa ke darat, namun nyawanya tidak tertolong. Situasi justru berubah tragis ketika Ujang terseret arus balik ke tengah laut.

Niat Menolong Berujung Petaka

Di tengah kepanikan tersebut, Acep yang berada di lokasi berupaya memberikan pertolongan. Namun gelombang besar dan arus kuat membuatnya ikut terseret, hingga keduanya hilang dari permukaan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polairud, Balawista, serta relawan langsung melakukan penyisiran laut dan pesisir sejak laporan pertama diterima. Pencarian dilakukan menggunakan perahu nelayan dan pemantauan dari darat.

Dengan ditemukannya seluruh korban ayah, anak, dan seorang warga yang mencoba menolong operasi SAR resmi ditutup pada hari kedua pencarian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *