SUKABUMI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di wilayah Kodim 0607/Kota Sukabumi resmi ditutup, Rabu (11/3/2026). Selama satu bulan pelaksanaan, berbagai sasaran pembangunan fisik dan non fisik berhasil dirampungkan 100 persen. Program ini dinilai menjadi bukti kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan desa.
Upacara penutupan TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0607/Kota Sukabumi digelar di Lapangan Sepakbola Perumnas Parakanlima Indah, Desa Kertaraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Rabu (11/3/2026) pagi.
Kegiatan yang diikuti sekitar 350 peserta tersebut dipimpin langsung Danrem 061/Surya Kencana Brigjen TNI Thomas Rajunio sebagai inspektur upacara. Hadir pula sejumlah pejabat TNI, unsur Forkopimda serta Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas.
Dalam amanatnya, Brigjen Thomas Rajunio menegaskan bahwa keberhasilan TMMD menunjukkan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat masih sangat kuat.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap menjadi modal utama dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan,” ujarnya.
Menurutnya, program TMMD telah berlangsung sejak era ABRI Masuk Desa pada 1980-an dan terus berkembang hingga sekarang, dengan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program tersebut tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat persatuan antara aparat dan warga.
“Dengan tema TMMD ke-127 yaitu TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja sama membangun daerah serta menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tambahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan TMMD ke-127 di wilayah Kodam III/Siliwangi dilakukan di empat wilayah kodim, yakni Kodim 0607/Kota Sukabumi, Kodim 0624 Kabupaten Bandung, Kodim 0617 Majalengka, dan Kodim 0602 Serang.
“Selama satu bulan kegiatan, seluruh sasaran fisik maupun non fisik berhasil diselesaikan 100 persen,” tegasnya.
Di wilayah Sukabumi, sejumlah pembangunan infrastruktur berhasil diselesaikan melalui program TMMD.

Di antaranya pengaspalan jalan sepanjang 680 meter, pengecoran jalan 200 meter, pembangunan dua unit plat decker, serta tujuh titik tembok penahan tanah (TPT).
Selain itu, program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat berupa Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) juga berhasil direalisasikan di lima rumah warga di Desa Parakanlima.
Program lainnya meliputi pembangunan lima titik sarana air bersih, lima unit MCK, serta pengembangan ketahanan pangan seluas satu hektare dan penanaman 500 batang pohon penghijauan.
Tidak hanya pembangunan fisik, TMMD juga menghadirkan berbagai program penyuluhan bagi masyarakat.
Mulai dari wawasan kebangsaan, bela negara, pertanian, hukum dan kamtibmas, kesehatan dan KB, perikanan serta peternakan, pencegahan stunting hingga penyuluhan keagamaan.
Seluruh program tersebut dilaksanakan dengan capaian 100 persen.
Menutup amanatnya, Danrem mengingatkan masyarakat untuk menjaga dan memelihara hasil pembangunan TMMD agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
“Pelihara hasil pembangunan ini dengan baik. Tingkatkan kebersamaan antara TNI dan masyarakat agar semangat gotong royong tetap terjaga,” pesannya.
Pada pukul 09.50 WIB, Brigjen TNI Thomas Rajunio secara resmi menutup TMMD ke-127 Tahun Anggaran 2026 di wilayah Kodam III/Siliwangi.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan bazar UMKM, pengobatan gratis, serta peninjauan hasil pembangunan TMMD.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 10.52 WIB dalam kondisi aman dan lancar.












