SUKABUMI – Tragedi meninggalnya NS (13) di Jampangkulon menyita perhatian publik. Duka mendalam tak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan komitmennya untuk memastikan keadilan ditegakkan dalam kasus tersebut.
“Saya secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Ini adalah luka bagi kita semua,” ujar Asep, Kamis (26/2).
Asep menegaskan, tidak ada ruang toleransi terhadap segala bentuk kekerasan terhadap anak. Menurutnya, perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama yang tidak boleh dikompromikan oleh alasan apa pun.
“Tidak ada toleransi bagi kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sukabumi. Siapa pun yang terbukti melakukan kelalaian atau kekerasan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” tegasnya.
Pemkab, lanjut dia, mendukung penuh langkah kepolisian dalam mengusut kasus tersebut secara transparan dan profesional. Proses hukum harus berjalan objektif tanpa intervensi.
“Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Saya yakin penyidik bekerja profesional. Keadilan harus ditegakkan untuk almarhum NS,” katanya.
Tak hanya itu, Asep juga menginstruksikan jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), para camat, hingga kepala desa agar meningkatkan kepekaan sosial di lingkungan masing-masing. Pengawasan dan respons cepat dinilai krusial untuk mencegah kasus serupa terulang.
“Saya minta seluruh jajaran hingga tingkat desa lebih aktif memantau kondisi sosial warga. Jangan sampai ada tangisan anak yang tidak terdengar oleh lingkungan sekitar. Kita harus saling menjaga,” ujarnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan atau mencurigai adanya kekerasan dalam rumah tangga maupun tindakan semena-mena terhadap anak.
“Jangan anggap kekerasan dalam rumah tangga sebagai urusan internal semata jika sudah mengancam keselamatan. Segera laporkan. Mari jadikan Sukabumi tempat yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” pungkasnya.












