Waspada Timur Tengah Memanas, KBRI Riyadh Siagakan WNI di Arab Saudi

Informasi simpang siur di media sosial diminta tidak langsung dipercaya tanpa verifikasi.

Riyadh – Dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat. Pemerintah Indonesia melalui KBRI Riyadh langsung bergerak cepat. Seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi.

Dalam imbauan resmi tertanggal 28 Februari 2026, KBRI menegaskan situasi memang masih terkendali. Namun, setiap WNI diminta tidak lengah.

Surat Imbauan Kedutaan Besar Republik Indonesia Riyadh.

“WNI agar tetap tenang dan tidak panik, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap perkembangan situasi di sekitar domisili masing-masing,” tulis KBRI dalam keterangannya.

Langkah preventif menjadi fokus utama. KBRI meminta WNI hanya memantau informasi dari sumber resmi serta mematuhi arahan otoritas Pemerintah Arab Saudi. Informasi simpang siur di media sosial diminta tidak langsung dipercaya tanpa verifikasi.

Baca juga: Perang Meletup, Minyak Dunia Melejit

Pendataan juga diperketat. WNI yang belum melakukan lapor diri diminta segera mendaftarkan keberadaannya melalui sistem Peduli WNI Kementerian Luar Negeri. Data ini penting untuk memudahkan perlindungan dan komunikasi jika situasi berkembang cepat.

Selain itu, WNI di berbagai kota di Arab Saudi diimbau bergabung dalam grup WhatsApp resmi paguyuban sesuai wilayah. Jalur komunikasi ini dinilai paling efektif untuk distribusi informasi darurat.

Kesiapan pribadi juga ditekankan. Paspor, iqama, serta dokumen penting lainnya diminta disimpan dalam bentuk fisik dan digital yang mudah diakses. KBRI juga menyarankan agar perjalanan yang tidak mendesak ke wilayah berpotensi terdampak ditunda sementara.

Bagi WNI yang sudah memiliki jadwal penerbangan, KBRI mengimbau agar segera berkoordinasi dengan maskapai untuk memastikan status penerbangan terkini.

Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline WhatsApp KBRI Riyadh di +966 569173990.

KBRI memastikan terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. Pembaruan informasi akan disampaikan sesuai kebutuhan.

Situasi regional boleh bergejolak. Namun, pesan KBRI jelas: tenang, waspada, dan tetap terhubung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *