Angin Kencang dan Longsor Terjang Sukabumi, Satu Rumah Roboh dan Akses Warga Terputus

SUKABUMI – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (28/3) sore memicu dua kejadian bencana. Angin kencang merobohkan satu unit rumah warga di Kecamatan Parakansalak, sementara hujan deras memicu longsor yang memutus akses jalan lingkungan di Kecamatan Ciambar.

Laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat, peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 17.45 WIB di Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak. Hujan disertai angin kencang menyebabkan rumah milik Otam, warga setempat, roboh.

“Rumah yang terdampak merupakan kategori rumah tidak layak huni. Saat ini korban untuk sementara mengungsi di rumah cucunya,” ujar Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada wartawan.

Tak berselang lama, bencana lain terjadi di Kecamatan Ciambar. Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB memicu longsor di Kampung Culamega RT 002/003, Desa Ambarjaya. Material longsoran menutup dan memutus akses jalan lingkungan, sehingga aktivitas warga sempat terganggu.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut. Namun, warga diminta tetap waspada karena potensi cuaca buruk masih tinggi.

Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Kabupaten Sukabumi masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang. Pada Sabtu malam, kondisi cuaca terpantau berawan tebal dengan suhu udara sekitar 23 derajat Celsius, kelembapan 93 persen, dan kecepatan angin relatif rendah.

Petugas BPBD bersama relawan dan aparatur kewilayahan terus melakukan pemantauan melalui jaringan komunikasi, termasuk radio frekuensi, grup siaga bencana, serta aplikasi pemantauan kebencanaan nasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap potensi kejadian dapat ditangani secara cepat.

Selain itu, BPBD juga menyiagakan personel di sejumlah titik, termasuk kawasan wisata dan jalur arus balik Lebaran, guna mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat yang berpotensi meningkatkan risiko bencana.

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor dan angin kencang, agar tetap waspada, memperhatikan kondisi bangunan, serta segera melapor jika terjadi tanda-tanda bencana di lingkungan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *