METROSUKABUMI.com – Aktivitas pencarian emas dengan metode sedot basah diduga berlangsung di sekitar Sungai Cikaso, Kampung Mariuk, Desa Bantar Panjang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Minggu (27/9/2026).
Aktivitas tersebut disebut warga berlangsung pada malam hari hingga menjelang pagi. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran karena lokasi aktivitas disebut berada tidak jauh dari kawasan yang menjadi tempat tinggal masyarakat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, para pekerja diduga mulai beroperasi sekitar pukul 19.00 WIB dan terus beraktivitas hingga waktu azan Subuh.
Baca Juga : Budi Setiawan Wartawan iNews Terpilih Jadi Ketua IJTI Sukabumi Raya
Warga pun menyoroti potensi dampak lingkungan apabila kegiatan tersebut dilakukan tanpa memperhatikan kondisi sungai dan kawasan di sekitarnya.
“Ulah ngarugikeun pihak lain, da dampakna ka warga setempat anu deukeut ka Cikaso,” ujar seorang warga dalam bahasa Sunda.
Warga juga mengungkapkan kekhawatiran terhadap kondisi Sungai Cikaso. Menurutnya, sebelum adanya aktivitas penambangan, ketika terjadi banjir, aliran air sudah dapat mencapai kawasan permukiman warga.
Baca Juga : BPOM Jabar Sidak Gudang Saus di Nagrak Sukabumi, Izin Edar dan Air Tanah Disorot
“Ti sisi Cikaso mah kudu nepi ka tanah pemukiman warga. Saméméh aya penambang ogé lamun banjir téh nyampe ka rumah-rumah warga,” ungkapnya.
Kekhawatiran tersebut terutama berkaitan dengan perubahan kondisi bantaran dan aliran sungai apabila aktivitas penyedotan material dilakukan secara terus-menerus.
Warga pada prinsipnya tidak mempersoalkan masyarakat yang mencari nafkah. Namun, aktivitas usaha diharapkan tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat lain maupun memperbesar risiko terhadap lingkungan sekitar.
Baca Juga : Puslatpurmar 6 Jampang Tengah Lepas Dua Prajurit Terbaik ke Penugasan Baru
“Lamun usaha mah usaha we, tapi ulah ngarugikeun pihak lain,” katanya.
Dugaan aktivitas tambang emas tersebut perlu mendapat perhatian dan verifikasi dari instansi terkait, terutama menyangkut legalitas kegiatan, lokasi operasi, serta dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan warga.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai pihak yang mengelola aktivitas tersebut maupun status perizinannya masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang.












