Pencarian Dua Pemuda Hilang di Pantai Cibuaya Sukabumi Nihil, Arus dan Angin Jadi Kendala

Tim SAR gabungan melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di perairan Pantai Cibuaya, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, dalam pencarian dua pemuda yang hilang terseret ombak, Minggu (11/10/2026). (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Pencarian dua pemuda yang hilang terseret ombak di Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, belum membuahkan hasil. Operasi pencarian hari pertama yang dilakukan tim SAR gabungan, Minggu (11/10/2026), terkendala arus laut dan angin kencang.

Kedua korban diketahui bernama Muhamad Zubair (18) dan Zaki (17). Keduanya dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berenang bersama tiga orang lainnya pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 16.52 WIB.

Danposal Ujunggenteng, Lettu Laut (S) Iwan Setiawan, mengungkapkan kondisi perairan menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian.

“Pada pelaksanaan operasi SAR hari pertama, pencarian terhadap kedua korban masih nihil. Kendala yang dihadapi di lapangan di antaranya arus laut dan angin kencang,” ujarnya.

Baca Juga : Terekam CCTV! Tas Pengunjung Resto Ramen di Cibadak Sukabumi Raib Saat Ditinggal di Motor

Kondisi tersebut membuat tim harus mempertimbangkan situasi perairan sekaligus menjaga keselamatan personel selama operasi berlangsung.

Peristiwa ini bermula ketika lima wisatawan tengah berenang di kawasan Pantai Cibuaya. Namun, gelombang besar tiba-tiba datang dan menyeret mereka ke tengah laut.

Tiga orang berhasil menyelamatkan diri hingga ke tepi pantai. Sementara itu, Zubair dan Zaki terbawa arus dan hingga berakhirnya pencarian hari pertama belum ditemukan.

Dalam upaya pencarian, tim SAR gabungan melakukan penyisiran perairan menggunakan perahu karet serta pemantauan di sepanjang garis pantai.

Baca Juga : 94 PPPK Paruh Waktu Sukabumi Tak Diperpanjang, Ini Alasan BKPSDM

Sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya Pos SAR Sukabumi, P2BK Ciracap, Polsek Ciracap, Satpol PP Ciracap, Polairud Ujunggenteng, TNI Pos AL Ujunggenteng, Balawista, dan Jampe.

Meski operasi hari pertama berakhir tanpa hasil, upaya pencarian terhadap kedua pemuda tersebut menjadi fokus operasi lanjutan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus, dan angin di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi wisatawan agar tidak mengabaikan kondisi gelombang dan arus laut. Pengunjung pantai juga diimbau mematuhi arahan petugas serta menghindari aktivitas berenang ketika kondisi perairan berbahaya.

Respon (3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *