METROSUKABUMI.com – Afri Faturahman resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Aktivis yang selama ini dikenal aktif dalam isu agraria tersebut meraih 27 dari total 39 suara dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) ke-5 PK KNPI Lengkong.
Muscam berlangsung kondusif. Afri menjadi satu-satunya calon yang maju hingga proses pemilihan setelah bakal calon lainnya, Fuji Maulana, dinyatakan tidak lolos secara administrasi dan kemudian menyatakan mengundurkan diri secara terhormat di arena Muscam.
Usai terpilih, Afri menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dia mengatakan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah membentuk tim formatur untuk menyusun struktur kepengurusan PK KNPI Lengkong.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Muscam berjalan lancar. Dalam waktu dekat kita akan menggelar rapat formatur dan menyusun kepengurusan, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan program kerja,” ujar Afri, Jumat (2/10/2026).
Di bawah kepemimpinannya, Afri mengusung slogan “Pemuda Hebat, Lengkong Kuat”. Ada tiga fokus utama yang menjadi prioritas, yakni menjaga soliditas internal organisasi, memperkuat pemberdayaan pemuda di berbagai sektor, serta mendorong peran KNPI dalam mengawal implementasi Reforma Agraria di wilayah Lengkong.
“Pertama, kita ingin menjaga soliditas dan memperkuat koordinasi internal. Kedua, mendorong pemberdayaan pemuda di semua aspek. Ketiga, memastikan peran KNPI dalam mengawal implementasi Reforma Agraria di Lengkong,” katanya.
Menurut Afri, isu agraria memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan Lengkong. Mayoritas masyarakat, kata dia, menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.
Karena itu, KNPI diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi kepemudaan, tetapi juga dapat mengambil peran dalam mendorong pemberdayaan masyarakat.
“Kita ingin ikut menjadi bagian dari yang bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. Di antaranya pemerataan akses tanah bagi petani, termasuk petani muda, serta memperkuat kedaulatan pangan,” jelasnya.
Afri juga menyinggung keberadaan sejumlah lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) di Kecamatan Lengkong. Salah satunya eks HGU PT Nagawarna yang menurutnya telah habis masa berlakunya dan lahannya telah digarap serta dimanfaatkan masyarakat petani.
“Mayoritas masyarakat di pedesaan berprofesi sebagai petani. Banyak HGU yang sudah habis di Kecamatan Lengkong, seperti eks HGU PT Nagawarna, dan lahannya telah digarap serta dimanfaatkan oleh petani. Sehingga kami ingin memastikan KNPI menjadi ruang strategis yang benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Afri menegaskan, persoalan agraria tersebut akan menjadi salah satu perhatian dalam kepemimpinannya. Namun, ia menyebut langkah organisasi akan diarahkan melalui komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Sementara itu, terkait dinamika yang terjadi selama Muscam, Afri mengajak seluruh pihak kembali membangun komunikasi setelah proses pemilihan selesai. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi.
“Perbedaan itu hal biasa. Yang terpenting adalah bagaimana ke depan kita bisa kembali duduk bersama, membangun komunikasi, dan menyatukan tujuan untuk kemajuan pemuda,” pungkasnya.













Respon (1)