Tak Ada Suntikan Modal Baru, Komisi III Bidik PAD Perumda TJM Sukabumi Rp20 Miliar

Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi saat pembahasan RAPBD 2027 bersama Perumda TJM. (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi meminta Perumda TJM meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2027. Target yang didorong DPRD mencapai Rp20 miliar, naik dari kontribusi saat ini yang berada di kisaran Rp11,4 miliar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar seusai pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) 2027 bersama Perumda TJM pada Selasa (6/10/2026).

Pembahasan dilakukan sebagai bagian dari tugas Komisi III untuk mendalami sekaligus menguji postur RAPBD 2027, khususnya terhadap perangkat daerah maupun badan usaha yang menjadi mitra kerja komisi.

Dalam pembahasan tersebut, Komisi III memastikan tidak ada penyertaan modal baru untuk BUMD pada APBD 2027. Kebijakan itu telah terkunci dalam KUA-PPAS 2027.

“Penyertaan modal karena sudah dikunci dalam KUA-PPAS 2027, tahun 2027 itu tidak ada penyertaan modal untuk BUMD,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi, Hera Iskandar.

Meski tidak mendapat tambahan penyertaan modal melalui APBD 2027, Perumda TJM tetap diminta meningkatkan kinerja bisnis sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

Komisi III mendorong agar kontribusi Perumda TJM terhadap PAD bisa meningkat signifikan. Dari sekitar Rp11,4 miliar saat ini, DPRD berharap angka tersebut dapat digenjot hingga Rp20 miliar.

“Targetnya kami meminta peningkatan pendapatan dan kemudian menjadi dividen dan PAD Kabupaten Sukabumi. Sekarang kan hanya Rp11,4 miliar. Kami meminta menargetkannya di angka Rp20 miliar, mudah-mudahan tercapai,” katanya.w

Peningkatan pendapatan, menurut DPRD, tidak boleh berjalan sendiri. Perluasan jaringan dan peningkatan pelayanan air bersih juga menjadi perhatian.

Komisi III menilai masih terdapat masyarakat yang belum terjangkau layanan Perumda TJM. Karena itu, perusahaan daerah tersebut didorong mencari pola kerja yang mampu meningkatkan pelayanan sekaligus memperkuat pendapatan.

“Kalau kami di DPRD, masyarakat mana yang masih belum terjangkau,” katanya.

Menurut dia, keberadaan Perumda TJM tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Sebagai BUMD yang bergerak di sektor pelayanan air bersih, kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas.

“Yang pertama adalah pelayanan dulu. Karena BUMD ini bukan murni usaha, tetapi dia adalah usaha yang lebih menekankan kepada pelayanan terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *