METROSUKABUMI.com – Nasib tragis menimpa Asep Yusuf, 49 tahun, warga Kampung Babakan Peundeuy RT 01 RW 05, Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas sekaligus berjualan sayuran itu meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Pangrango relasi Sukabumi–Bogor Paledang, Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di perlintasan rel kereta api yang berada di samping Perumahan BMI, RT 01 RW 07, Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian korban diduga hendak melintasi rel kereta api sambil membawa dagangannya. Namun, korban diduga tidak menyadari datangnya KA Pangrango yang melaju dari arah Sukabumi menuju Bogor Paledang.
Benturan keras tak terhindarkan. Korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Baca Juga: Cabuli Anak di Bawah Umur, Pedagang Ikan Keliling Diringkus Polres Sukabumi
Warga yang melihat kejadian itu langsung berupaya memberikan pertolongan dan melaporkannya kepada pihak berwenang. Selanjutnya, petugas bersama warga mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Sekarwangi Cibadak untuk penanganan lebih lanjut.
Kapolsek Parungkuda AKP Herman membenarkan adanya peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan seorang warga meninggal dunia akibat tertabrak kereta api.
“Korban atas nama Asep Yusuf meninggal dunia di lokasi kejadian setelah tertabrak Kereta Api Pangrango relasi Sukabumi–Bogor Paledang,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan diduga terjadi akibat kurangnya kewaspadaan korban saat melintasi jalur kereta api.
“Perlintasan tersebut tidak dilengkapi palang pintu maupun penjaga. Dugaan sementara korban kurang memperhatikan situasi saat akan menyeberang rel sehingga tidak mengetahui adanya kereta yang sedang melintas menuju Stasiun Bogor Paledang,” jelasnya.
AKP Herman juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur kereta api, khususnya di perlintasan yang tidak memiliki fasilitas pengamanan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan kondisi aman sebelum melintasi rel kereta api, terutama di perlintasan liar yang tidak memiliki palang pintu maupun petugas jaga,” tegasnya.
Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di jalur perlintasan kereta api yang masih minim pengamanan. Warga berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk meningkatkan keselamatan di sejumlah titik perlintasan yang kerap digunakan masyarakat.












