METROSUKABUMI.com – Proyek pembangunan Alun-alun Cibadak mulai menunjukkan aktivitas di kawasan Lapang Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Satu unit alat berat jenis ekskavator telah dikerahkan untuk mengerjakan tahap awal pembangunan. Aktivitas penggalian terlihat di sekitar gerbang masuk Lapang Sekarwangi, Rabu (7/10/2026).
Pantauan di lokasi, galian yang dikerjakan alat berat tersebut diperkirakan memiliki kedalaman sekitar satu meter. Pekerjaan ini menjadi tanda dimulainya proyek penataan kawasan yang telah lama direncanakan pemerintah daerah.
Proyek tersebut tercatat sebagai Paket Pekerjaan Pembangunan Alun-alun Cibadak dengan nilai kontrak mencapai Rp4.678.434.000. Anggaran pembangunan bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi.
Baca Juga : Tak Ada Suntikan Modal Baru, Komisi III Bidik PAD Perumda TJM Sukabumi Rp20 Miliar
Pekerjaan dipercayakan kepada PT Haruman Buana Agung. Berdasarkan papan informasi proyek, Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan pada 28 September 2026 dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender.
Area Proyek Masih Digunakan Warga
Di tengah dimulainya pekerjaan, Lapang Sekarwangi masih terlihat digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Sejumlah anak tampak bermain di sekitar gundukan tanah bekas penggalian. Beberapa pemuda juga masih memanfaatkan sebagian area lapang untuk bermain sepak bola.
Sementara itu, alat berat terlihat berada di sisi dekat podium.

Kondisi tersebut membuat pembatasan dan pengamanan area pekerjaan menjadi hal penting, mengingat lokasi proyek masih menjadi ruang aktivitas masyarakat.
Bakal Dilengkapi Mini Soccer hingga Landmark Nayor
Pembangunan Alun-alun Cibadak direncanakan berlangsung dalam dua tahap.
Pada tahap awal, sejumlah fasilitas akan dibangun untuk memperkuat fungsi Lapang Sekarwangi sebagai ruang terbuka publik.
Fasilitas yang direncanakan antara lain lapangan mini soccer, jogging track, area UMKM, gerbang utama, serta landmark Nayor.
Baca Juga : Tragis! Pelajar SMK di Cibadak Terseret Arus Pantai Istiqomah, Ditemukan Setelah 4 Hari Pencarian
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, sebelumnya menyebut penataan tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan kawasan Cibadak.
Menurutnya, keberadaan Alun-alun Cibadak nantinya tidak hanya ditujukan sebagai tempat olahraga. Kawasan itu juga diarahkan menjadi ruang sosial, budaya, keagamaan, hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
“Ini harus kita persiapkan dari sekarang, bagaimana untuk mengisi perkembangan ini dan bisa berkembang menjadi sebuah pionir kota satelit,” ujar Sendi.
Dengan dimulainya pekerjaan fisik, wajah Lapang Sekarwangi perlahan akan berubah. Proyek senilai hampir Rp4,7 miliar tersebut ditargetkan menjadi salah satu ruang publik baru yang memperkuat posisi Cibadak sebagai kawasan yang terus berkembang.













Respon (1)