Dua Kali Kecelakaan di Perlintasan Babakan Cibadak, Dishub Sukabumi Siapkan Petugas

Perlintasan sebidang Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, yang menjadi lokasi dua kecelakaan kereta api sepanjang 2026. (Foto : Poster AI)

METROSUKABUMI.com – Dua kecelakaan kereta api terjadi di perlintasan sebidang Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dalam kurun beberapa bulan terakhir.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi. Keterbatasan personel menjadi salah satu kendala dalam menempatkan petugas secara permanen di seluruh perlintasan sebidang yang ada.

Kepala Dishub Kabupaten Sukabumi Muhtadi Latip mengatakan, pihaknya berencana menempatkan petugas di sejumlah perlintasan yang dinilai membutuhkan pengawasan. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan sekaligus mencegah kecelakaan kembali terjadi.

“Secepatnya saya akan tempatkan petugas. Kita membuka masyarakat, tapi kewajiban Pemda supaya tidak terjadi lagi laka kereta di kemudian hari,” kata Muhtadi Latip kepada metrosukabumi.com, Jumat (25/9/2026)?

Menurut Latip, di wilayah Kabupaten Sukabumi terdapat sekitar 15 perlintasan sebidang yang perlu mendapat perhatian. Rentangnya mulai dari kawasan Cicurug, Tenjoayu hingga Cisaat.

Baca Juga : Pulang Jual Kardus, Wanita 60 Tahun Tertemper KA Pangrango di Karangtengah Sukabumi

Namun, penempatan petugas di seluruh titik perlintasan bukan perkara mudah. Jika setiap perlintasan membutuhkan tiga personel dalam satu hari, maka diperlukan sekitar 45 personel untuk 15 perlintasan.

“Andaikan satu hari tiga personel, berarti dikali 15 PJL itu sekitar 45 personel. Untuk rekrutmen kan tidak, paling pegawai yang sudah ada,” ujarnya.

Selama ini, terutama setelah periode padat seperti libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta hari raya, pengawasan di sejumlah perlintasan dilakukan dengan bantuan sukarelawan atau masyarakat sekitar.

“Pas libur Nataru dan hari raya dua-tiga orang personel ditempatkan di PJL. Karena setelahnya landai, jadi biasanya dijaga oleh sukarelawan,” kata Latip.

Keterbatasan personel membuat masyarakat di sekitar perlintasan terkadang berinisiatif membantu mengatur kendaraan yang melintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Muhtadi Latip saat memberikan keterangan kepada media. (Foto : Dokumen metrosukabumi.com)

“Keterbatasan personel, biasanya ada masyarakat yang mengatur, berinisiatif sendiri,” tambahnya.

Dua Kali Kecelakaan di Titik yang Sama

Perhatian terhadap perlintasan Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, semakin besar setelah terjadi dua kecelakaan kereta api di lokasi yang sama.

Kecelakaan pertama terjadi pada 19 Juni 2026. Sebuah mobil boks terlibat kecelakaan dengan Kereta Api Pangrango di perlintasan tersebut.

Teranyar, kecelakaan kembali terjadi pada 24 September 2026. Seorang perempuan paruh baya tertemper kereta api di perlintasan yang sama.

Baca Juga : ODOL di Jalan Raya Cidahu Disorot, Dishub Sukabumi Sebut Soal Dispensasi Bukan Kewenangannya

Rentetan kejadian tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat saat melintasi jalur kereta api, terutama di perlintasan yang tidak dilengkapi palang pintu.

Latip mengimbau masyarakat agar tidak mengambil risiko ketika hendak menyeberangi jalur kereta api.

Ia meminta warga mengutamakan keselamatan dan, apabila tersedia, memilih perlintasan yang telah dilengkapi palang pintu serta memiliki pengamanan.

Baca Juga : Tiga Pelajar Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual Pejabat Dishub Sukabumi, DP3A Beri Pendampingan

“Masyarakat ketika menyeberang di perlintasan agar hati-hati dan diusahakan di perlintasan yang ada palang pintu,” imbaunya.

Dishub Kabupaten Sukabumi selanjutnya akan melakukan penempatan petugas secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi masing-masing perlintasan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan di titik-titik rawan serta mencegah kembali terjadinya kecelakaan kereta api yang melibatkan pengguna jalan.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *