SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi meraih penghargaan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pencapaian swasembada pangan nasional tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian panen raya nasional di Halaman Kantor Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Rabu (7/1).
Presiden Prabowo menegaskan, panen raya nasional yang dirangkaikan dengan penganugerahan satyalencana itu menjadi penanda keberhasilan Indonesia mewujudkan kembali swasembada pangan. Capaian tersebut, kata dia, merupakan hasil kerja keras seluruh elemen bangsa, terutama para petani.
“Bangsa Indonesia harus menjadi bangsa yang sungguh-sungguh waspada, berani mengoreksi diri, dan berani menghadapi keadaan,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menekankan, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Karena itu, keberhasilan di sektor pangan harus memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Swasembada pangan dinilai menjadi fondasi penting agar Indonesia mampu tumbuh dan berkembang secara mandiri tanpa ketergantungan impor.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kebijakan strategis Presiden Prabowo yang berpihak kepada petani. Pemerintah, lanjut Amran, telah menerbitkan 12 Instruksi Presiden (Inpres) dan 25 Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) sebagai hasil deregulasi dari lebih 500 aturan sebelumnya.
“Dampaknya sangat signifikan. Harga pupuk berhasil ditekan hingga turun 20 persen. Ini belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka. Selain itu, harga gabah naik sehingga kesejahteraan petani ikut meningkat,” kata Amran.
Ia menambahkan, efek kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga berdampak pada pasar global. Harga pangan dunia tercatat turun dari sekitar 650 dolar AS menjadi 340 dolar AS per ton, atau turun sekitar 44 persen.
Indonesia yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu importir pangan terbesar, kini tidak lagi melakukan impor. Kondisi tersebut membuat pasokan pangan dunia menjadi lebih longgar, terutama di negara-negara produsen seperti Vietnam, Thailand, India, dan Pakistan.
“Secara tidak langsung, petani dan masyarakat Indonesia telah berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan global,” pungkasnya.












