Gempa Filipina: 45 Orang Tewas, Terjadi 2.100 Gempa Susulan

GENERAL SANTOS, METROSUKABUMI.com – Puluhan petugas penyelamat dengan helm pengaman bergegas keluar dari sebuah toko kelontong yang sebagian runtuh di Kota General Santos di bagian selatan Filipina, Rabu (10/6/2026), saat kota itu diguncang gempa susulan.

Hingga Rabu, gempa telah menewaskan sedikitnya 45 orang dan menyebabkan 17 lainnya hilang di Filipina selatan.

Seorang petugas keselamatan meniup peluitnya dan yang lainnya berteriak untuk memperingatkan sekitar 30 petugas pemadam kebakaran dan personel penjaga pantai untuk bergegas menyelamatkan diri saat puing-puing beton berjatuhan dari bangunan tiga lantai yang miring di General Santos.

Kota pesisir itu hancur akibat gempa bumi berkekuatan 7,8 yang terjadi pada Senin (8/6/2026) dan meninggalkan jejak kehancuran di seluruh kawasan Mindanao selatan, wilayah terpadat kedua di Filipina.

“Gempa susulan itu sangat kuat dan alarm segera dibunyikan agar mereka yang berada di dalam dan di bawah bangunan yang rusak dapat segera keluar untuk melakukan penghitungan,” kata Ressa Mia Tactaquin-Betoya, yang berbicara mewakili petugas pemadam kebakaran.

Tim pemadam kebakaran sedang mencari karyawan terakhir yang hilang di toko kelontong yang hancur tersebut.

“Itu menakutkan karena kami tidak ingin para penyelamat kami terluka, jadi area tersebut harus diamankan sebelum mereka dapat kembali masuk,” katanya, seperti dikutip dari Associated Press.

“Gempa tersebut diikuti oleh lebih dari 2.100 gempa susulan termasuk beberapa gempa susulan yang mencapai magnitudo hingga 6,4. Gempa dengan kekuatan tersebut cukup kuat untuk membuat lebih banyak korban jatuh dan kerusakan,” ujar Kepala Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina Teresito Bacolcol.

Menurut para pejabat, lebih dari 25.000 orang masih mengungsi, banyak di antaranya tinggal di 45 tempat penampungan darurat yang dikelola pemerintah dan masih trauma untuk kembali ke rumah.

Gempa bumi pada Senin merupakan salah satu gempa terkuat yang melanda Filipina dalam setengah abad terakhir. Gempa tersebut melukai setidaknya 630 orang dan merusak lebih dari 3.100 rumah, 29 jalan, 11 jembatan, dan lebih dari 100 gedung pemerintah.

“Gempa tersebut juga merusak bandara internasional di General Santos, memaksa bandara tersebut ditutup tanpa batas waktu kecuali untuk penerbangan pemerintah dan militer yang mengangkut bantuan dan personel penanggulangan bencana,” kata juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Filipina, Eric Apolonio.

Sekitar 6.000 gedung sekolah negeri di provinsi yang terkena gempa, harus dievaluasi sebelum kelas dapat dimulai kembali.

Gempa tersebut terjadi pada hari pertama sekolah di seluruh negeri setelah liburan musim panas selama dua bulan.

Banyak siswa yang mengalami luka-luka ketika sedang berkumpul dengan penuh semangat untuk upacara pengibaran bendera pagi.

Sebagian besar kematian disebabkan reruntuhan bangunan yang jatuh dan tanah longsor di General Santos dan provinsi-provinsi terdekat seperti Sarangani, South Cotabato, dan Davao Occidental.

Setidaknya satu orang tewas setelah terseret ke laut akibat gempa, dengan gelombang setinggi 1,4 meter di atas permukaan air pasang di Filipina selatan.

Gelombang yang lebih kecil menghantam pantai di Indonesia dan Palau, bahkan hingga Jepang selatan sebelum peringatan tsunami dicabut.

“Tujuh perenang di dekat General Santos terseret arus kuat beberapa menit setelah gempa. Tiga diselamatkan oleh penjaga pantai, satu berhasil berenang kembali ke pantai, satu tenggelam, dan dua lainnya masih hilang,” kata penjaga pantai Filipina.

“Arus kuat yang menyeret para korban berkemungkinan besar dipicu oleh gempa bumi,” kata Bacolcol.

Gempa bumi tersebut dipicu oleh pergerakan di Palung Cotabato dan merupakan salah satu gempa terkuat yang melanda Filipina sejak depresi bawah laut yang sama memicu gempa berkekuatan 8,1 skala Richter yang menimbulkan gelombang tsunami pada 17 Agustus 1976 dan menewaskan sekitar 8.000 orang.

Sumber: KOMPAS.tv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *