METROSUKABUMI.com – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya mendorong penguatan reforma agraria dan kedaulatan pangan. Komitmen tersebut disampaikan dalam momentum Hari Tani Nasional 2026 yang digelar Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Sukabumi di Desa Cijulang, Kecamatan Jampangtengah, Sabtu (26/9/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman hadir mewakili Bupati Sukabumi. Dalam kegiatan tersebut, dia didampingi jajaran Dinas Tata Ruang serta Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.
Kehadiran pemerintah daerah mendapat apresiasi dari DPC SPI Kabupaten Sukabumi. Ketua DPC SPI Kabupaten Sukabumi Rojak Daud menilai dialog antara pemerintah dan petani perlu terus diperkuat, terutama dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan pertanahan.
Baca Juga : Warga Panik! Kebakaran Lahan di Cibadak Sukabumi Nyaris Merembet ke Bambu dan Kandang Ayam
“Terima kasih atas kehadiran pemerintah daerah. Kami berharap momentum Hari Tani ini menjadi langkah konkret dalam mengawal reforma agraria untuk keadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Rojak.
Menurut dia, keterlibatan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam membangun ruang komunikasi yang lebih terbuka antara petani dengan pemangku kebijakan.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman mengatakan Pemkab Sukabumi terbuka terhadap berbagai dinamika pertanahan yang terjadi di wilayahnya.
Baca Juga : Dinas Pertanian Ungkap 11 Perkebunan di Sukabumi Bermasalah, Ini Hasil Evaluasinya
Termasuk persoalan yang berkaitan dengan kawasan perkebunan eks Hak Guna Usaha (HGU). Namun, penyelesaian persoalan pertanahan tersebut dinilai membutuhkan kolaborasi seluruh pihak yang berkepentingan.
“Pemerintah daerah terbuka terhadap dinamika pertanahan yang terjadi di Kabupaten Sukabumi. Untuk penyelesaiannya tentu diperlukan kolaborasi semua pihak,” kata Ade.
Dia juga mengingatkan agar penanganan persoalan pertanahan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis.
Baca Juga : 3,8 Hektare Lahan Kosong di Cikundul Sukabumi Terbakar, Damkar Kesulitan Cari Sumber Air
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan kondisi yang nyaman bagi masyarakat, khususnya petani, dalam menjalankan aktivitas pertanian.
Pemkab Sukabumi berharap sinergi dengan organisasi petani dapat terus dikembangkan. Salah satunya melalui penguatan komunikasi dalam menangani berbagai persoalan agraria di daerah.
Selain kepastian bagi petani, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Momentum Hari Tani Nasional 2026 pun tidak hanya menjadi agenda seremonial. Pertemuan antara pemerintah daerah dan petani menjadi ruang untuk memperkuat dialog mengenai reforma agraria, kedaulatan pangan, serta masa depan sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi.













Respon (1)