METROSUKABUMI.com – Kebakaran lahan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya berhasil dipadamkan. Operasi pemadaman gabungan secara resmi dihentikan pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Meski operasi pemadaman ditutup, penanganan belum sepenuhnya berhenti. TNI-Polri bersama sejumlah instansi terkait masih akan melakukan pemantauan selama lima hari untuk memastikan tidak muncul kembali titik api dari dalam tumpukan sampah.
Pemadaman kebakaran TPAS Cikundul melibatkan sekitar 420 personel gabungan. Mereka terdiri atas unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, Basarnas, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Damkar, Satpol PP, mahasiswa hingga elemen masyarakat.
Baca Juga : Asap Tebal Kebakaran TPAS Cikundul Bikin Warga Sesak Napas, Rusunawa Dipantau
Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan seluruh unsur tersebut bekerja bersama sejak awal kejadian untuk menangani kebakaran di kawasan TPAS Cikundul.
“Dari awal mulai hari Sabtu, Minggu, Senin sampai hari ini, semua tim kita bekerja bersama-sama. Mulai dari TNI, Polri, unsur pemerintah, BPBD, Basarnas, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Damkar, Satpol PP, mahasiswa dan elemen masyarakat,” kata Sentot kepada awak media, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, petugas dibagi menjadi tiga sektor. Setiap sektor bertugas menyisir lokasi untuk menemukan titik yang masih berpotensi menjadi sumber api.
Petugas kemudian melakukan penguraian tumpukan sampah, penyiraman, hingga menutup kembali area yang telah ditangani.
Baca Juga : Geger! Mayat Tak Dikenal Ditemukan Membusuk di Semak Belukar Kolong Tol Bocimi
“Jadi kita bagi tiga sektor langsung jalan bareng. Tugasnya mencari titik, kemudian mengurai, siram, tutup lagi. Itu terus kita sisir dari bawah sampai ke atas,” ujarnya.
Untuk memastikan tidak ada titik panas yang terlewat, tim juga menggunakan drone dengan perangkat termal. Dari pemantauan udara tersebut, petugas dapat mengetahui bagian tumpukan sampah yang masih menunjukkan indikasi panas.
“Kalau pakai termal kan di bawah itu gambar merah, gejala-gejala itu langsung kita atasi,” jelasnya.
Tiga Ekskavator dan 15 Tangki Air Dikerahkan
Penanganan kebakaran TPAS Cikundul juga dibantu tiga unit ekskavator. Alat berat tersebut ditempatkan di masing-masing sektor untuk membantu membongkar dan meratakan tumpukan sampah yang menjadi sumber asap.
Selain itu, sebanyak 15 tangki air disiagakan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan karena kondisi sumber air di kawasan TPAS Cikundul menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.
“Ekskavator tiga, setiap sektor ada ekskavatornya satu, pemadamnya satu. Kemudian air juga kita siapkan 15 tangki air, jadi pemadam tidak perlu bolak-balik mengambil air di sungai,” ungkap Sentot.
Dengan pola tersebut, kendaraan pemadam dapat langsung mengisi ulang air dari tangki yang telah disiapkan ketika persediaan air di armada pemadam habis.
Baca Juga : Dugaan Tambang Emas Malam Hari di Cikaso Disorot, Camat Jampang Tengah: Akan Ditindaklanjuti
Sentot menegaskan, penghentian operasi pemadaman bukan berarti seluruh personel meninggalkan lokasi. TNI-Polri bersama Damkar dan BPBD akan tetap melakukan piket untuk mengantisipasi munculnya kembali titik panas.
“Ke depannya kita tidak berhenti sampai sini. Kita masih monitoring sampai lima hari ke depan. Nanti ada yang piket juga di sini, TNI-Polri piket. Dari dinas, Damkar, BPBD juga ada yang piket,” katanya.
Pemantauan dilakukan pada pagi dan malam hari. Basarnas juga akan membantu melakukan pemantauan menggunakan drone, termasuk mendeteksi indikasi panas yang mungkin masih berada di bawah permukaan tumpukan sampah.
Dengan ditutupnya operasi pemadaman pada Selasa sore, penanganan kebakaran TPAS Cikundul kini memasuki tahap pemantauan dan antisipasi agar titik api tidak kembali muncul.













Respon (1)