Dugaan Tambang Emas Malam Hari di Cikaso Disorot, Camat Jampang Tengah: Akan Ditindaklanjuti

Aktivitas dan lokasi yang diduga berkaitan dengan pencarian emas di sekitar Sungai Cikaso, Kampung Mariuk, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Dugaan aktivitas pencarian emas menggunakan metode sedot basah di sekitar Sungai Cikaso, Kampung Mariuk, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian pemerintah kecamatan.

Sebelumnya, warga mengeluhkan aktivitas para pencari emas yang disebut berlangsung pada malam hari hingga menjelang pagi. Aktivitas tersebut diduga berlangsung mulai sekitar pukul 19.00 WIB hingga azan Subuh.

Warga juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap lingkungan dan permukiman yang berada di sekitar aliran Sungai Cikaso.

Baca Juga : Terbungkus Plastik dan Terikat, Ciri-Ciri Penemuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Sukabumi

Menanggapi informasi tersebut, Camat Jampang Tengah Ikhsan Muchlis Sani mengaku akan melakukan pengecekan ke lokasi.

“Abdi cobi cek nya,” ujar Ikhsan kepada MetroSukabumi.com melalui aplikasi perpesanan, Selasa (29/9/2026).

Saat ditanya mengenai langkah yang akan dilakukan apabila aktivitas tersebut terbukti tidak mengantongi izin, Ikhsan memastikan pihak kecamatan akan menindaklanjutinya sesuai aturan.

“Kita tindak lanjut sesuai ketentuan,” katanya.

Baca Juga : Sungai Cikaso Diduga Jadi Lokasi Tambang Emas Ilegal, Warga Minta Jangan Rugikan Lingkungan

Respons tersebut menjadi langkah awal pemerintah kecamatan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan, termasuk mengecek aktivitas yang dilaporkan warga serta status perizinannya.

Persoalan dugaan pertambangan emas di kawasan aliran Sungai Cikaso sebelumnya juga menjadi perhatian di sejumlah wilayah Sukabumi. Pada Juni 2026, misalnya, aktivitas tambang emas yang diduga ilegal di wilayah hulu Cikaso, Kecamatan Lengkong, dilaporkan berdampak terhadap kondisi aliran sungai.

Bahkan, petugas gabungan sebelumnya menemukan puluhan lubang bekas galian tambang di kawasan Nagawarna, Lengkong. Lokasi tersebut berada pada daerah aliran yang terhubung dengan Sungai Cibungur, Sungai Cikaler hingga Sungai Cikaso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *