Tiga Kelas SMPN 3 Pabuaran Ambruk Saat Cuaca Cerah, Kegiatan Belajar Terganggu

Bangunan yang roboh diduga sudah dalam kondisi lapuk dan tidak lagi mampu menopang beban.

SUKABUMI – Tiga ruang kelas di SMP Negeri 3 Pabuaran, Desa Ciwalat, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, ambruk secara tiba-tiba, Senin (30/3) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa terjadi saat cuaca dalam kondisi cerah dan aktivitas belajar tengah berlangsung di lingkungan sekolah.

Bangunan yang roboh diduga sudah dalam kondisi lapuk dan tidak lagi mampu menopang beban. Akibatnya, bagian atap dan struktur utama runtuh hingga menyebabkan kerusakan cukup parah pada tiga ruang kelas.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun siswa yang mengalami luka dalam kejadian tersebut. Namun, proses kegiatan belajar mengajar di sekolah itu dipastikan terganggu karena ruang kelas yang rusak tidak lagi dapat digunakan.

Ruang kelas di SMP Negeri 3 Pabuaran yang ambruk. Foto: Istimewa.

Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran bersama unsur terkait langsung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal. Mereka berkoordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa, aparat TNI-Polri, serta pihak sekolah guna memastikan situasi tetap aman.

P2BK Kecamatan Pabuaran, Rida Agung Yogasmara, mengatakan bahwa ambruknya bangunan dipicu faktor usia. Menurutnya, kondisi bangunan yang sudah tua membuat struktur tidak lagi kuat menahan beban.

“Bangunan ruang kelas ini memang sudah dalam kondisi lapuk. Struktur bangunan tidak lagi mampu menopang beban, sehingga tiga ruang kelas ambruk,” ujarnya.

Ruang kelas di SMP Negeri 3 Pabuaran yang ambruk. Foto: Istimewa.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan langkah cepat dengan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pendataan dan koordinasi penanganan lebih lanjut.

“Kami bersama unsur terkait sudah melakukan assessment ke lokasi, berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta aparat keamanan. Alhamdulillah tidak ada korban dalam kejadian ini,” jelasnya.

Baca juga: Limbah Pabrik Roti Diduga Cemari Lingkungan, Warga Karangtengah Mengadu ke Aparat Desa

Pihaknya juga mengimbau agar sekolah dan masyarakat lebih waspada terhadap kondisi bangunan, terutama yang telah berusia tua atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

“Kami mengimbau semua pihak untuk rutin mengecek kondisi bangunan agar kejadian serupa dapat dicegah,” pungkasnya.

Hingga kini, kerugian materi akibat ambruknya tiga ruang kelas tersebut masih dalam proses pendataan oleh petugas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *