Pemancing Hilang di Cibitung Ditemukan Lemas di Leuwi Kopeng, Sempat Dicari Dua Hari

Sebelumnya, Ade dilaporkan tidak pulang setelah berpamitan pergi memancing ke Curug Muara Sodong atau aliran Sungai Cisereuh.

Relawan dan warna saat melakukan pencarian Aliran Sungai Cisereuh.

SUKABUMI – Kabar hilangnya seorang pemancing di Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, akhirnya menemui titik terang. Ade Rustandi (57), warga Kampung Cibodas RT 02 RW 01, Desa Banyumurni, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Minggu (5/4), ditemukan dalam kondisi lemas di kawasan Leuwi Kopeng.

Sebelumnya, Ade dilaporkan tidak pulang setelah berpamitan pergi memancing ke Curug Muara Sodong atau aliran Sungai Cisereuh. Ia berangkat sekitar pukul 09.00 WIB dan sempat mengajak rekannya, Mumuh, namun berangkat seorang diri karena ajakan tersebut ditolak.

Keluarga mulai panik saat korban tak kunjung pulang hingga malam hari. Pencarian pun dilakukan warga sejak Senin (6/4). Sejumlah relawan dan masyarakat menyisir area sungai hingga perbukitan.

Petunjuk sempat ditemukan di kawasan Batu Geude berupa sisa makanan, botol air mineral, dan makanan ringan yang diduga milik korban. Namun saat itu, keberadaan korban masih belum diketahui.

“Awalnya kami hanya menemukan bekas makan dan minuman di Batu Geude. Dari situ kami yakin korban sempat berada di lokasi tersebut,” ujar sholeh salah satu warga yang ikut melakukan pencarian.

Baca juga: Ambulans Baznas vs Pick Up di Cikembar, Satu Korban Patah Tulang

Laporan orang hilang tersebut kemudian diteruskan ke Tim Reaksi Cepat (TRC) RAPI Sukabumi dan direncanakan dilaporkan ke Basarnas untuk memperluas pencarian.

Setelah dua hari pencarian, korban akhirnya ditemukan di wilayah Leuwi Kopeng dalam kondisi lemas. Diduga korban mengalami kelelahan setelah beraktivitas di sekitar aliran sungai.

“Alhamdulillah korban ditemukan dalam keadaan selamat, meski kondisinya lemas. Langsung kami evakuasi dan diberikan pertolongan,” kata Odo relawan di lokasi.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di alam terbuka, terutama di kawasan sungai dan curug yang memiliki risiko tinggi, terlebih jika dilakukan seorang diri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *