METROSUKABUMI.com – Upaya menekan angka stunting terus digenjot Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Salah satunya lewat penguatan konvergensi program hingga ke level desa.
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menerima audiensi Forum Kader Pembangunan Manusia (KPM) Kabupaten Sukabumi di Pendopo, Rabu (14/4). Pertemuan tersebut membahas hasil pendataan sekaligus arah intervensi stunting berbasis desa.
Ketua Forum KPM Kabupaten Sukabumi, Timan Sutiman, menjelaskan pihaknya datang membawa data lapangan hasil kerja para kader. Data tersebut dihimpun dari seluruh desa yang tersebar di Kabupaten Sukabumi.
“Konvergensi stunting menjadi fokus kami di desa. Apalagi kader KPM ini ada di hampir seluruh desa, jadi kami punya gambaran kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, data tersebut tidak sekadar angka, melainkan potret kebutuhan intervensi yang bisa langsung ditindaklanjuti pemerintah. Forum KPM pun berharap hasil pendataan itu bisa menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan.
Baca Juga: Bakesbangpol Sukabumi Gaspol Perkuat Wawasan Kebangsaan, Ormas Jadi Mitra Strategis
“Harapannya, rekomendasi kami bisa membantu pemerintah dalam menentukan langkah intervensi yang lebih tepat sasaran,” ucapnya.
Sementara itu, Wabup H. Andreas menyambut positif kontribusi para kader KPM. Ia menegaskan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan banyak pihak.
“Penanganan stunting perlu kolaborasi pentahelix. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kehadiran KPM ini sangat membantu,” ungkapnya.
Ia juga menilai, data dan rekomendasi yang disampaikan Forum KPM menjadi bahan penting dalam merumuskan arah kebijakan pemerintah ke depan.
“Ini sangat bagus. Bisa menjadi referensi sekaligus pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan,” pungkasnya.












