Metrosukabumi.com – Teror longsor kembali menghantui warga Kabupaten Sukabumi. Dua titik tebing di Kampung Leuwi Peti, RT 03/04, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, ambrol nyaris bersamaan, Kamis (16/4) sekitar pukul 16.00 WIB.
Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut membuat drainase meluap. Air yang terus meresap ke dalam tanah memicu pergerakan tebing hingga akhirnya longsor di dua titik berbeda.
Baca Juga : Longsor Terjang Sukalarang, Satu Warga Cibadak Tewas Tertimbun Tebing
Data P2BK Nagrak menyebutkan, longsor pertama memiliki panjang sekitar 5 meter dengan tinggi 8 meter. Tak jauh di bawahnya, longsor kedua lebih besar dengan panjang 10 meter dan tinggi 6 meter.
Dampaknya tak main-main. Sedikitnya enam rumah yang dihuni 12 kepala keluarga kini berada dalam ancaman. Akses jalan gang warga juga ikut terdampak material longsoran.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kondisi tanah yang masih labil membuat potensi longsor susulan tetap mengintai.
Baca Juga : Banjir Langganan Kembali Terjang Pamuruyan, 12 KK Terdampak
Petugas gabungan langsung turun melakukan assessment dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Balekambang. Hingga saat ini, warga bersama petugas masih berjibaku membersihkan material longsoran.
Sejumlah kebutuhan mendesak pun mulai diinventarisasi, mulai dari kawat bronjong untuk penahan tebing, karung plastik, hingga pipa PVC berdiameter 10 inci guna memperbaiki aliran drainase.
BPBD Kabupaten Sukabumi mengingatkan warga untuk tidak lengah. Cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi bisa memicu bencana susulan kapan saja.
“Warga diimbau tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin dan petir,” ujar P2BK Kecamatan Nagrak, Miki (16/4).
Saat ini, laporan kejadian dan pengajuan bantuan tengah disiapkan untuk percepatan penanganan di lokasi terdampak.












