JAKARTA – Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyatakan pasokan minyak mentah dari Nigeria telah tiba di Indonesia. Ia mengatakan impor minyak ini menjadi bagian upaya pemerintah melakukan diversifikasi sumber energi.
Menurutnya pemerintah telah mendapatkan pasokan minyak mentah dari negara-negara yang tidak terpengaruh blokade di Selat Hormuz. Pasalnya, perairan tersebut masih ditutup karena perang Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran.
“Sudah ada yang terealisasi. (Dari Nigeria) sudah jalan. Sudah ada (yang tiba),” kata Laode Sulaeman di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (13/5).
Selat Hormuz diketahui menjadi jalur pengiriman 20 persen pasokan minyak global. Sehingga, Laode menyebut pemerintah berupaya mencari sumber minyak alternatif.
Sejauh ini, lanjutnya, Indonesia telah mendapatkan tiga sumber minyak mentah alternatif dengan volume besar, yakni Rusia, Amerika Serikat (AS), dan Nigeria.
“Sementara itu sih yang saya tahu saat ini, karena angkanya besar-besar. Kalau yang lain kecil-kecil pasti di negara lain juga. Kan di Angola kayak gitu, di negara-negara Afrika,” kata Laode dikutip dari Antara.
Lebih lanjut, Laode memastikan pasokan minyak mentah, BBM, dan elipiji di Indonesia dalam kondisi aman. Menurutnya, pemerintah berkomitmen menjamin stok ketersediaan bahan bakar untuk masyarakat.
“Pak Menteri (ESDM Bahlil Lahadalia) kan kalau ditanya tuh beliau menceritakan bahwa kita setiap hari itu kadang harus begadang-begadang untuk ngejar stok itu biar sesuai,” kata Laode.
“Itu yang kami lakukan biar masyarakat tetap bisa terlayani.”
Sumber: Kompas.tv












