Penumpang Angkot Dikira Tertidur, Ternyata Meninggal di SPBU Cicurug Sukabumi, Identitas Baru Terungkap

Dikira tertidur saat angkot ngetem di SPBU Cicurug, seorang penumpang ternyata telah meninggal dunia. Korban yang belakangan diketahui bernama Sukarna, warga Parungkuda. (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Suasana di sekitar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah mencekam, Sabtu (27/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Seorang pria yang semula dikira tertidur di kursi belakang angkutan umum (angkot) trayek Bogor-Cicurug ternyata sudah meninggal dunia.

Penemuan itu sontak membuat sopir angkot dan warga sekitar panik. Korban sempat tidak diketahui identitasnya karena tidak membawa kartu identitas saat ditemukan.

Belakangan, petugas kesehatan Puskesmas Cicurug berhasil mengungkap identitas korban. Pria tersebut bernama Sukarna, seorang juru parkir asal Kampung Bojong Larang, RT 05/RW 02, Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, selama perjalanan dari arah Bogor korban tidak memperlihatkan tanda-tanda mengalami gangguan kesehatan. Ia tetap duduk di bangku belakang hingga angkot berhenti untuk menunggu penumpang di area SPBU Cicurug, dekat Gang Cidahu.

Saat itulah sopir angkot yang diketahui merupakan sopir pengganti bersama warga mulai curiga karena korban tak kunjung bergerak.

Seorang saksi mata, HR, mengatakan korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa ketika hendak dibangunkan.

“Pas dicek, ternyata korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” ujarnya.»

Kepanikan pun langsung terjadi. Warga yang mengira korban hanya pingsan segera mengevakuasinya menggunakan angkot menuju Puskesmas Cicurug untuk mendapatkan penanganan medis.

“Iya, sempat panik tadi warga sama sopir di pom. Karena posisi awalnya dikira pingsan biasa, jadi langsung buru-buru dibawa ke Puskesmas,” kata Ripandi (38), warga setempat.

Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas Puskesmas Cicurug memastikan korban telah meninggal dunia. Proses identifikasi kemudian dilakukan hingga akhirnya diketahui korban merupakan warga Kecamatan Parungkuda.

Pihak puskesmas selanjutnya menghubungi keluarga korban. Tak lama berselang, keluarga datang menjemput jenazah Sukarna untuk dibawa ke rumah duka di Parungkuda dan dimakamkan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti meninggalnya korban. Dugaan penyebab kematian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *