Desa  

Krisis Air Teratasi, Warga Palasari Hilir Apresiasi Pembangunan Irigasi Permukaan untuk Dukung Swasembada Pangan

Pembangunan dan rehabilitasi irigasi permukaan di Kampung Babakan, Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. (Foto : Metrosukabumi.com)

METROSUKABUMI.com – Pembangunan dan rehabilitasi irigasi permukaan di Kampung Babakan, Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mendapat sambutan positif dari masyarakat dan kelompok tani. Infrastruktur tersebut dinilai menjadi solusi atas persoalan krisis air yang selama ini menghambat produktivitas pertanian.

Program yang direalisasikan Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pekerjaan Umum itu diharapkan mampu mendukung program swasembada pangan dengan meningkatkan intensitas tanam (Indeks Pertanaman) sekaligus meminimalisasi risiko gagal panen.

Peningkatan jaringan irigasi permukaan pada aliran Cipalasari Babakan diyakini dapat membuat distribusi air lebih stabil dan efisien sehingga lahan persawahan yang sebelumnya kesulitan memperoleh pasokan air kini dapat terairi dengan lebih optimal.

Pekerjaan teknis di lapangan dilaksanakan oleh CV Aura Bangun Persada yang ditunjuk sesuai ketentuan. Progres pembangunan pun mendapat apresiasi dari masyarakat karena dinilai memberikan harapan baru bagi peningkatan hasil pertanian.

Ketua RW 003 Desa Palasari Hilir, Kurdi, mengatakan keberadaan infrastruktur irigasi memiliki peran penting dalam mendukung swasembada pangan nasional.

“Infrastruktur ini sangat penting untuk menyukseskan swasembada pangan melalui peningkatan intensitas tanam dan mencegah terjadinya gagal panen. Masyarakat dan kelompok tani mengapresiasi pembangunan serta rehabilitasi irigasi permukaan karena akan mengatasi krisis air di wilayah kami,” ujarnya.

Menurut dia, perhatian pemerintah terhadap kebutuhan petani patut diapresiasi karena manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Mewakili masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemda Sukabumi, Dinas Pekerjaan Umum, serta seluruh pihak yang terlibat. Ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, khususnya para petani yang sangat membutuhkan akses air untuk lahan persawahan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *