METROSUKABUMI.com– Komitmen mendorong pariwisata berbasis masyarakat terus diperkuat. Sebanyak 31 desa/kampung di Kabupaten Sukabumi resmi dikukuhkan sebagai desa wisata oleh Bupati Sukabumi, Asep Japar, di Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh, Rabu (13/5).
Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam membangun destinasi wisata yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga berdaya saing dan berkelanjutan.
Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan, desa wisata bukan sekadar objek kunjungan, melainkan pusat pemberdayaan masyarakat yang menyentuh berbagai aspek kehidupan.
“Desa wisata bukan hanya tentang destinasi, namun juga pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, penguatan identitas lokal, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
Menurutnya, pengembangan desa wisata harus mampu menghadirkan keseimbangan antara manfaat ekonomi, sosial, budaya, hingga lingkungan. Hal ini penting mengingat Kabupaten Sukabumi memiliki kekayaan alam, budaya, dan potensi geologi yang luar biasa.
Baca Juga: Penertiban Parkir Liar RSUD Palabuhanratu, Satpol PP dan Dishub Siaga Seharian
“Potensi ini harus terus dikembangkan melalui kolaborasi dan semangat kebersamaan. Gotong royong menjadi kekuatan utama dalam membangun desa wisata yang mandiri,” tegasnya.
Ia pun mendorong seluruh desa di Sukabumi untuk berani menampilkan potensi terbaiknya sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin semua desa menunjukkan potensi terbaiknya,” tambahnya.
Bupati juga menyoroti potensi Karangpara yang dinilai memiliki daya tarik wisata luar biasa. Menurutnya, pengembangan sektor pendukung seperti UMKM akan semakin memperkuat daya saing destinasi tersebut.
“Karangpara ini indah sekali. Tinggal dikembangkan potensi lainnya agar semakin luar biasa, termasuk UMKM,” ungkapnya.
Baca Juga: Ratusan Siswa SD Cibeureum Adu Bakat di O2SN–FLS3N, Target Tembus Tingkat Provinsi
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, H. Ali Iskandar, menjelaskan bahwa puluhan desa wisata yang dikukuhkan telah melalui proses kurasi ketat.
“Desa wisata ini terdiri dari kategori rintisan, berkembang, dan maju. Harapannya, setelah pengukuhan ini semakin banyak wisatawan datang ke Sukabumi,” jelasnya.
Ia optimistis, pengembangan desa wisata akan berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
Daftar 31 Desa atau Kampung Wisata:
Cisande, Hanjeli, Purwasedar, Cimaja, Gedepangrango, Purwasari, Ciwaru, Megalodon, Gunung Wayang, Girijaya, Buniayu, Bale Sawala, Kusukataniku, Karangpara, Sanggrawayang, Tikukur, Cibitung, Ciburial, Leuwi Ereng, Buniwangi, Cigangsa, Bojonggaling, Langensari, Puncak Kasep, Kalibunder, Sukamanah, Bojonggenteng Berseri, Sindangraja, Cihaur, Cipamatutan Maslahat, dan Nanggerang.
Dengan pengukuhan ini, Sukabumi kian menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan potensi desa wisata terbesar di Jawa Barat. Tinggal bagaimana konsistensi pengelolaan dan kolaborasi terus dijaga agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.












