Keponakan 13 Tahun Lemas dan Pucat, Warga Keluhkan Pelayanan IGD RSUD Palabuhanratu

METROSUKABUMI.com – Keluhan terkait pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Palabuhanratu menjadi perhatian warganet. Hal itu setelah akun Facebook Neneng Rosita mengunggah pengalaman saat membawa keponakannya yang berusia 13 tahun ke rumah sakit tersebut.

Unggahan itu dibuat pada Jumat (7/8/2026). Dalam keterangannya, Neneng mengaku membawa sang keponakan ke IGD RSUD Palabuhanratu karena kondisinya lemas dan pucat.

Namun, menurut pengakuan Neneng, keponakannya disebut belum dapat dirawat dengan alasan masih berstatus pasien anak dan tidak memiliki surat rujukan.

Kondisi tersebut membuat Neneng mempertanyakan prosedur pelayanan pasien, khususnya mereka yang datang ke IGD dengan kondisi yang menurut keluarga membutuhkan penanganan segera.

Merasa khawatir, keluarga kemudian membawa pasien ke rumah sakit lain. Berdasarkan pengakuan Neneng, dokter di rumah sakit tersebut menyarankan agar pasien menjalani rawat inap.

Namun, keluarga akhirnya memilih menjalani pengobatan secara umum karena kepesertaan BPJS Kesehatan disebut belum aktif dan masih menunggu masa aktivasi selama 14 hari.

Dalam unggahannya, Neneng juga membandingkan pengalaman tersebut dengan pelayanan kesehatan yang pernah diterimanya beberapa tahun lalu.

Ia berharap pasien dalam kondisi darurat dapat memperoleh penanganan medis terlebih dahulu, sementara persoalan administrasi maupun rujukan dapat diselesaikan sesuai prosedur setelahnya.

Keluhan tersebut kemudian mengundang perhatian warganet. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait kronologi lengkap kejadian maupun kondisi pasien saat datang ke IGD.

Humas RSUD Palabuhanratu, Billy, mengatakan pihaknya baru mengetahui adanya keluhan tersebut dari unggahan di media sosial.

Menurut Billy, pihak rumah sakit belum menerima pengaduan secara langsung dari pihak keluarga sehingga belum dapat memastikan kronologi maupun kebenaran informasi yang beredar.

“Ya kalau memang benar informasinya seperti itu, yang komplain harusnya ke RSUD dan kita akan telusuri di mana permasalahannya. Untuk mencari win-win solution,” kata Billy saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Billy menegaskan, pihaknya akan melakukan penelusuran apabila keluarga menyampaikan pengaduan secara resmi kepada RSUD Palabuhanratu.

Dengan demikian, informasi mengenai dugaan penolakan atau tidak langsung dirawatnya pasien tersebut masih perlu diklarifikasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait.

Sementara itu, keluarga berharap kondisi pasien segera membaik dan persoalan pelayanan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai prosedur pelayanan IGD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *