METROSUKABUMI.com – Misteri kematian seorang profesor senior di Kampung Bakti, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, akhirnya terungkap.
Petrus Pallangan (74), yang dikenal di dunia akademik sebagai Profesor Doktor Ronald P. Pallangan, ternyata bukan meninggal secara wajar. Polisi memastikan pria tersebut menjadi korban pembunuhan.
Ironisnya, terduga pelaku merupakan asisten rumah tangga (ART) yang bekerja untuk korban sejak Mei 2026.
Jasad korban ditemukan dalam kondisi telah membusuk pada Jumat (25/9/2026). Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dan tubuhnya diselimuti.
Baca Juga : Hari Kedua Pencarian Pelajar SMKN 1 Cibadak di Pantai Istiqomah, SAR Terus Sisir Laut
Kanit Reskrim Polsek Cibadak Ipda Agus Murtado mengatakan, hasil penyelidikan polisi mengarah kepada ART korban.
“Peristiwa pembunuhan diperkirakan terjadi pada tanggal 16, dan jasad baru ditemukan tanggal 25. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, diketahui pelaku melarikan diri ke daerah Makassar,” kata Agus, Sabtu (4/10/2026).
Polisi kemudian memburu terduga pelaku hingga ke Makassar. Pelarian tersebut akhirnya terhenti setelah tim Polsek Cibadak menangkapnya pada 29 September 2026.
Dari penyelidikan sementara, polisi menduga aksi tersebut dilatarbelakangi persoalan ekonomi. Terduga pelaku disebut terlilit utang di kampung halamannya.
Baca Juga : Kasus Nizam Masuk Tahap Tuntutan, Kuasa Hukum TR Ungkap Fakta dari 20 Saksi
Pelaku juga diduga mengetahui korban memiliki uang yang tersimpan di rekening tabungan.
Setelah kejadian, sejumlah barang milik korban diduga dibawa kabur. Di antaranya kartu ATM, telepon seluler, serta uang tunai dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat.
“Uang hasil kejahatan itu digunakan untuk membayar utang. Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp200 juta,” ujar Agus.
Kasus tersebut kini ditangani aparat kepolisian. Terduga pelaku dijerat dengan pasal pembunuhan serta pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
Baca Juga : Usulan PAW DPRD Kabupaten Sukabumi Jadi Sorotan, DPAC Demokrat Se-Dapil 5 Kirim Surat ke DPC
Jika terbukti bersalah, terduga pelaku terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup.
Sosok Profesor yang Jadi Korban
Di balik kasus kriminal tersebut, korban dikenal sebagai sosok akademisi dan peneliti.
Pihak keluarga menyebut Petrus Pallangan semasa hidup aktif mengajar, termasuk di luar negeri seperti Tiongkok.
Ia juga disebut pernah memperoleh penghargaan dari Rusia dan Jerman. Salah satu bidang penelitian yang dikaitkan dengan korban adalah sistem pertahanan pengaman petir atau grounding system.
Baca Juga : Medsos Kades Karangmekar Masih Aktif, Mantan Tahanan Ungkap Dugaan Sewa HP Rp250 Ribu per Minggu
Putri korban, Devi Aprilianti, menyebut ayahnya telah banyak berkontribusi dalam bidang akademik dan penelitian.
Sebelum kejadian, kondisi korban disebut sedang mengalami sakit dan keterbatasan fisik sehingga membutuhkan bantuan untuk beraktivitas.
Kondisi tersebut membuat korban mempekerjakan seorang ART pria yang disebut berasal dari Toraja.
Kini, kasus kematian profesor senior tersebut memasuki babak baru setelah polisi berhasil menangkap orang yang diduga berada di balik kematiannya.
Baca Juga : Cut and Fill PT Cosmo di Cikembar Dipersoalkan, Warga Soroti Dokumen Lingkungan
Penyidik masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk motif, barang yang dibawa kabur, serta peran terduga pelaku dalam kasus tersebut.













Respon (3)