SUKABUMI – Rumah Sakit Bhayangkara TK II Setukpa Lemdiklat Polri mengungkap hasil autopsi terhadap NS (12), bocah asal Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal dunia. Tim forensik menemukan sejumlah luka bakar di beberapa bagian tubuh korban, namun penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Setukpa Polri, Kombes Pol dr. Carles Siagian, menyampaikan bahwa luka bakar ditemukan pada anggota gerak, khususnya kaki kiri, punggung, serta area wajah termasuk bibir dan hidung.
“Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka bakar pada anggota gerak, di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung. Luka bakar juga terdapat di area bibir dan hidung yang diduga karena paparan panas,” ujar Carles kepada awak media di Kota Sukabumi, Jumat (20/2/2026).
Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan apakah luka bakar tersebut akibat tindak kekerasan atau faktor lainnya. Tim forensik menegaskan bahwa kesimpulan akhir belum bisa disampaikan karena proses pendalaman masih berlangsung.
“Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Luka tersebut tampaknya akibat paparan panas yang menyebabkan luka bakar,” jelasnya.
Secara medis, lanjut Carles, luka bakar yang ditemukan tidak serta-merta menjadi penyebab langsung kematian. Karena itu, tim dokter melakukan pemeriksaan internal menyeluruh dengan mengotopsi organ-organ tubuh korban serta mengambil sejumlah sampel untuk diuji di laboratorium forensik di Jakarta.
“Penyebab kematian belum bisa disimpulkan karena dari luka tersebut seharusnya tidak menyebabkan kematian. Sudah dilakukan pemeriksaan dalam, organ-organ diotopsi, dan sampel dikirim ke Jakarta. Kami menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui kemungkinan adanya zat lain di dalam organ,” tegasnya.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium sebagai dasar untuk menentukan penyebab pasti kematian korban.












