METROSUKABUMI.com – Kemarau berkepanjangan mulai menimbulkan dampak serius di Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 530 kepala keluarga (KK) di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak, mengalami krisis air bersih akibat mengeringnya sumber mata air dan sumur warga.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Kabupaten Sukabumi bekerja sama dengan PMI Kabupaten Sukabumi menyalurkan 10.000 liter air bersih menggunakan dua mobil tangki pada Rabu (22/7/2026).
Distribusi dilakukan di dua lokasi terdampak, yakni Kampung Babakan Sari sebanyak 320 KK dan Kampung Bantar Muncang Atas sebanyak 210 KK.
Sejak pagi, ratusan warga tampak membawa ember, jeriken hingga drum untuk mengantre mendapatkan air bersih. Bantuan tersebut menjadi harapan di tengah sulitnya memperoleh air selama musim kemarau.
Baca Juga : Pria Lansia 72 Tahun Diduga Lecehkan 12 Anak di Sukabumi, Polisi Dalami Modus dan Jumlah Korban
Suasana haru terlihat saat Nenoh (58), salah seorang warga, tak kuasa menahan air mata ketika menerima bantuan.
Ia mengaku keluarganya sudah lama kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi semakin berat lantaran sang suami baru menjalani operasi sehingga tidak lagi mampu mengambil air dari mata air maupun sungai.
“Alhamdulillah sangat terbantu. Biasanya kami mengambil air jauh, sekarang suami juga sedang sakit sehingga semakin kesulitan,” ujar Nenoh dengan mata berkaca-kaca.
Sebelum bantuan datang, sebagian warga terpaksa memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci hingga mandi karena sumur-sumur di permukiman telah mengering.
Selain mengganggu kebutuhan rumah tangga, kemarau panjang juga berdampak terhadap sektor pertanian. Sawah dan lahan pertanian di sekitar permukiman mulai mengalami kekeringan sehingga petani terancam mengalami gagal panen.
Baca Juga : Jembatan Leuwidinding yang Putus Diterjang Banjir Akan Dibangun Lagi, TNI AL Turun Langsung
BPBD mencatat, menurunnya debit air dipicu musim kemarau yang berlangsung cukup lama. Kondisi tersebut diperparah oleh fenomena El Niño dan perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan sangat rendah.
Petugas gabungan dari BPBD, PMI, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa Sekarwangi serta P2BK Kecamatan Cibadak turut mengawal proses distribusi air hingga selesai pada sore hari dalam keadaan aman dan lancar.
BPBD mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat serta tetap menjaga kebersihan untuk mengantisipasi munculnya penyakit akibat kekurangan air bersih, seperti ISPA, diare dan penyakit kulit.












