METROSUKABUMI.com – Aripin (69), pedagang es krim keliling yang menjadi korban insiden pelajar di Jalan Raya Siliwangi, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menjalani operasi mata dan kaki. Meski sudah sadar dan bisa berkomunikasi dengan keluarga, kondisi mata kanannya masih menjadi kekhawatiran utama.
Aripin sebelumnya dirawat di RS Bhakti Medicare sebelum dipindahkan ke RSUD R. Syamsudin, SH atau RSUD Bunut untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Imran Maulana Rahmat (28), teman anak korban yang ikut membantu mengurus pengobatan, mengatakan operasi pada mata dan kaki Aripin telah selesai dilakukan.
“Alhamdulillah, saat ini sudah selesai operasi, mulai dari operasi mata sampai dengan operasi kaki,” kata Imran kepada Sukabumiupdate.com, Selasa (13/10/2026).
Menurut informasi yang diterimanya, kornea mata kanan Aripin mengalami robekan. Dokter disebut telah menyampaikan kemungkinan penglihatan pada mata yang cedera tidak bisa kembali normal.
“Yang parahnya itu mata. Kemarin dari dokter pun bilangnya, setelah operasi itu kemungkinan besarnya tidak bisa normal kembali,” ujarnya.
Baca Juga : Pasien Keluhkan Pedagang Asongan di RSUD Palabuhanratu, Humas Akui Kucing-kucingan dengan Satpam
Sementara itu, operasi pada kaki kiri telah dilakukan. Keluarga berharap cedera tersebut dapat pulih, meski korban masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui perkembangan kondisinya.
Imran mengatakan Aripin sudah sadar setelah menjalani operasi mata. Korban juga mulai bisa membuka mata dan berbicara dengan keluarga, meskipun pergerakannya masih terbatas.
“Alhamdulillah sudah bisa. Ketika selesai operasi mata pun sudah bisa, sudah bisa membuka mata dan ngobrol. Tapi masih belum bisa bergerak,” katanya.
Biaya Rumah Sakit Sempat Menjadi Kendala
Di tengah proses pemulihan, keluarga Aripin sempat menghadapi persoalan biaya pengobatan. Keterbatasan ekonomi membuat besarnya biaya perawatan menjadi beban tersendiri.
Imran bersama sejumlah pihak berupaya mencari bantuan pembiayaan, termasuk melalui koordinasi dengan pihak terkait untuk menjajaki kemungkinan bantuan BPJS maupun Dinas Sosial.
Menurut Imran, upaya melalui jalur BPJS belum membuahkan hasil saat itu. Ia menyebut pihak yang dihubungi menjelaskan bahwa kasus tersebut tidak dapat ditangani sebagai kecelakaan lalu lintas biasa karena berkaitan dengan dugaan tawuran antarpelajar.
“Biayanya cukup besar. Keluarga korban sendiri termasuk keluarga yang kurang mampu secara finansial. Jadi, biaya sebesar itu sangat merepotkan korban,” tuturnya.
Baca Juga : Cium Bau Menyengat Saat Mengarit Rumput, Petani Temukan Mayat Perempuan di Ciemas
Upaya kemudian dilanjutkan melalui Dinas Sosial dan koordinasi dengan sejumlah pihak lainnya. Imran menyebut persoalan biaya rumah sakit yang sebelumnya menjadi kendala akhirnya dapat diselesaikan.
“Alhamdulillah, semalam sudah selesai masalah biaya rumah sakit. Sebelumnya masih bingung karena biayanya terlalu besar,” katanya.
Meski demikian, kebutuhan biaya untuk pemeriksaan medis lanjutan masih mungkin muncul seiring perkembangan kondisi Aripin.
“Sepertinya masih perlu biaya untuk medical check-up dan lain sebagainya,” ujarnya.
Berjualan Es Nong-Nong Jadi Mata Pencaharian
Bagi keluarga, kesembuhan Aripin menjadi harapan utama. Pria berusia 69 tahun itu selama ini mengandalkan berjualan es krim keliling, yang dikenal sebagai es nong-nong, untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Aripin diketahui memiliki enam anak. Kondisi kesehatannya menjadi perhatian keluarga karena cedera yang dialami berpotensi memengaruhi kemampuannya untuk kembali beraktivitas.
Imran menyebut keluarga dari kedua pihak yang terlibat dalam insiden tersebut, yakni pihak pelajar di angkot dan pihak yang berada di sepeda motor, sempat memberikan bantuan biaya pada tahap awal perawatan.
Baca Juga : Mobil Gran Max Terbakar Hebat di Sukaraja Sukabumi, Pasutri Selamat Usai Terdengar Letupan Mesin
Ia juga mengatakan keluarga pelajar asal Cigombong sempat datang untuk mencari kontak anak Aripin agar dapat berkomunikasi dengan keluarga korban.
“Kalau membantu biaya, ada dari kedua pihak itu. Ada yang di motor maupun yang di angkot juga membantu biaya,” katanya.
Keluarga berharap Aripin segera pulih dan insiden serupa tidak kembali terjadi. Berdasarkan informasi terakhir yang diterima Imran, Aripin masih menjalani perawatan dan dijadwalkan menjalani pemeriksaan lanjutan pada Rabu (14/10/2026).
Jika kondisi kesehatannya memungkinkan, korban diperkirakan dapat pulang setelah pemeriksaan tersebut.
Polisi Masih Selidiki Insiden Pelajar
Sebelumnya, Kapolsek Cicurug Kompol Idji Djubaedi mengatakan insiden yang terjadi pada Rabu (7/10/2026) itu melibatkan pelajar SMP Negeri Cicurug dan pelajar dari sekolah swasta di wilayah Cigombong, Kabupaten Bogor.
Menurut keterangan polisi, seorang pelajar yang bergelantungan di pintu angkot diduga menendang sepeda motor hingga oleng dan mengenai pedagang es di sekitar lokasi.
Saat dikonfirmasi pada Kamis (8/10/2026), Idji menyatakan perkara tersebut masih dalam proses penyelidikan dan direncanakan dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres untuk penanganan lebih lanjut.












