Nahas! Lansia di Jampangkulon Sukabumi Tewas Saat Perbaiki Mesin Air

Anggota Polsek Jampangkulon melakukan pemeriksaan TKP setelah seorang lansia meninggal dunia akibat tersengat listrik saat memperbaiki mesin air di rumahnya, Selasa (29/9/2026). (Foto : Istimewa)

METROSUKABUMI.com – Nasib nahas dialami H. Dudun, 65, warga Kampung Simpangbungur, Desa Bojonggenteng, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Lansia yang sehari-hari berprofesi sebagai petani sekaligus menjabat Ketua RT itu meninggal dunia setelah tersengat aliran listrik saat memperbaiki mesin air di rumahnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, korban berupaya memperbaiki mesin air yang mengalami gangguan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, korban menemukan bagian kabel dalam kondisi terputus ketika memeriksa mesin tersebut. Diduga, aliran listrik masih tersambung sehingga korban tersengat saat memegang kabel.

Baca Juga :  Bikin Panik! Buaya Masuk Rumah Warga di Palabuhanratu Sukabumi, Damkar Turun Tangan

Korban kemudian terjatuh. Keluarga bersama warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke dalam rumah.

Pihak keluarga selanjutnya meminta bantuan tenaga medis dari Puskesmas Jampangkulon. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Kapolsek Jampangkulon AKP Mukhlis membenarkan kejadian tersebut. Polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).

“Kami sudah mengecek TKP, mengamankan barang bukti berupa kabel, serta meminta keterangan dari saksi maupun pihak keluarga korban,” ujar Mukhlis.

Baca : Sempat Kabur dari Lapas Warungkiara, WBP Kasus Pencurian Ditangkap Kembali 11 Hari Kemudian

Dari keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat hipertensi. Meski demikian, kepolisian menyatakan korban meninggal setelah tersengat listrik ketika memperbaiki mesin air.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya memastikan sumber listrik benar-benar dalam kondisi mati sebelum melakukan perbaikan peralatan rumah tangga.

Mukhlis mengimbau masyarakat tidak langsung menyentuh kabel atau komponen listrik sebelum memastikan sumber listrik telah diputus.

“Pastikan aliran listrik sudah mati terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja di rumah,” tegasnya.

Sementara itu, pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Jenazah korban rencananya dimakamkan pada Rabu (30/9/2026), setelah menunggu kedatangan anggota keluarga dari Bandung.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *