Kekeringan Belum Usai, 100 KK di Nagrak Sukabumi Dapat 5.000 Liter Air Bersih

Petugas menyalurkan bantuan 5.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kampung Jelegong, Desa Balekambang, Kecamatan Nagrak, Sukabumi, Rabu (30/9/2026). (Foto : Dok P2BK Nagrak)

METROSUKABUMI.com – Kekeringan masih dirasakan warga di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Kondisi tersebut membuat 100 kepala keluarga (KK) di Kampung Jelegong, Desa Balekambang, kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebagai upaya memenuhi kebutuhan dasar warga, sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan ke Kampung Jelegong, RT 01/RW 03, Desa Balekambang, Rabu (30/9/2026).

Pendistribusian air dilakukan mulai pukul 09.00 WIB oleh P2BK Nagrak bersama BPBD Kabupaten Sukabumi dan PMI Kabupaten Sukabumi, dengan dukungan pengurus lingkungan setempat.

Baca Juga : Nahas! Lansia di Jampangkulon Sukabumi Tewas Saat Perbaiki Mesin Air

P2BK Nagrak, Winda Sutrisno alias Miky, mengatakan bantuan tersebut diberikan karena kondisi sumber air warga semakin berkurang.

“Warga masih kesulitan mendapatkan air bersih karena air sumur dan air dari sumber mata air sudah semakin berkurang,” kata Miky, Rabu (30/9/2026).

Menurutnya, distribusi air bersih menyasar sekitar 100 KK yang terdampak kondisi kekeringan di wilayah tersebut.

Baca Juga : Terbungkus Plastik dan Terikat, Ciri-Ciri Penemuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Sukabumi

Sebanyak 5.000 liter air kemudian disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga. Bantuan tersebut menjadi salah satu upaya penanganan terhadap dampak kekeringan yang masih dirasakan masyarakat.

Miky menyebut kegiatan pendistribusian air bersih terlaksana berkat kerja sama berbagai pihak.

“Pendistribusian air bersih ini terlaksana berkat kerja sama pengurus lingkungan wilayah setempat, BPBD Kabupaten Sukabumi dan PMI Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Baca Juga : Sempat Kabur dari Lapas Warungkiara, WBP Kasus Pencurian Ditangkap Kembali 11 Hari Kemudian

Kondisi berkurangnya debit air sumur dan sumber mata air membuat pasokan air bersih menjadi kebutuhan penting bagi warga.

Pendistribusian air diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus meringankan dampak kekeringan yang masih terjadi di wilayah Nagrak.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *