SUKABUMI – Tekanan publik terhadap kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Sukabumi kian menguat. Di tengah derasnya kritik di media sosial, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan seluruh jajaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) harus aktif, responsif, dan mampu memberikan penjelasan yang faktual kepada masyarakat.
Penegasan itu disampaikan saat kegiatan Halal Bihalal lingkup Dinas PU di pelataran kantor dinas setempat, Rabu (1/4). Bupati menilai, era digital membuat setiap kerusakan jalan cepat menjadi sorotan, sehingga aparatur teknis tidak bisa lagi bersikap pasif.
“Ketika ada masyarakat mengkritik ruas jalan, jelaskan sesuai perencanaan. PU tidak diam. Banyak ruas jalan dan irigasi memang perlu diperbaiki dan prosesnya sedang berjalan,” tegas Asep.
Baca Juga : Kadisdik Turun Tangan, Ruang Kelas Ambruk di SMPN 3 Pabuaran Dipastikan Jadi Prioritas Pembangunan
Ia mengakui, sorotan terhadap kinerja Dinas PU saat ini sangat besar. Laporan, aduan, hingga kritik terbuka di media sosial masuk hampir setiap hari. Namun, ia meminta seluruh pegawai tetap fokus bekerja meski berada dalam tekanan publik.
Di sisi lain, Bupati juga menyoroti tantangan yang tidak terlihat oleh masyarakat, yakni keterbatasan anggaran dan kenaikan biaya proyek yang terjadi secara global. Kondisi tersebut membuat penanganan infrastruktur tidak bisa dilakukan secara serentak.
“Saya minta semua tetap kuat. Tantangan kita bukan hanya tuntutan masyarakat, tapi juga kondisi anggaran dan dinamika harga material di lapangan,” ujarnya.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, mengungkapkan bahwa sejumlah pekerjaan jalan sebenarnya sudah berjalan selama Ramadan. Namun, hasilnya belum sepenuhnya memuaskan karena beberapa proyek mengalami perlambatan.
Menurut Uus, salah satu penyebab utama adalah melonjaknya harga material konstruksi dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh gejolak geopolitik global yang berdampak pada harga energi, logistik, hingga bahan baku konstruksi.
“Kami tidak menutup mata, beberapa pekerjaan yang sudah berproses terpaksa tertunda karena harga material naik. Ini situasi yang tidak bisa kami hindari,” kata Uus.
Kenaikan harga bahan bakar dan logistik diketahui berdampak langsung pada harga baja, semen, dan bahan konstruksi lain, sehingga banyak proyek infrastruktur harus menyesuaikan ulang perencanaan biaya maupun jadwal pelaksanaan.
Baca Juga : Lantik 93 ASN, Bupati Asep Japar: ASN Bukan Sekadar Administratif, Tapi Pelayan Masyarakat
Akibatnya, sejumlah paket pekerjaan yang semula direncanakan selesai dalam waktu dekat harus mengalami penyesuaian, bahkan ada yang ditunda sambil menunggu kepastian anggaran.
Meski demikian, Pemkab Sukabumi memastikan perbaikan jalan tetap menjadi prioritas, terutama pada ruas dengan tingkat kerusakan berat dan mobilitas tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, selain agenda silaturahmi, juga dilaksanakan santunan bagi anak yatim berupa perlengkapan sekolah, serta pemberian kadeudeuh kepada pegawai Dinas PU yang memasuki masa purna bhakti.
Momentum itu, menurut Bupati, menjadi pengingat bahwa pelayanan publik di sektor infrastruktur tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tentang kehadiran pemerintah dalam menjawab keresahan masyarakat secara terbuka dan transparan.












